Jacob Ereste Soroti Kebuntuan Bangsa, Nilai Peran Rocky Gerung Semakin Penting

Kawanindonesia.web.id – Pemikir sosial Jacob Ereste menyoroti kondisi kebuntuan yang dinilai tengah dihadapi bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menilai, di tengah situasi tersebut, peran tokoh kritis seperti Rocky Gerung menjadi semakin penting untuk menghidupkan kembali nalar publik.(23/04/26)

Jacob Ereste menegaskan bahwa ruang diskusi publik saat ini cenderung kehilangan kualitas karena banyak pihak lebih mengedepankan ego dan pembenaran diri daripada pertukaran gagasan yang sehat.

Menurutnya, diskusi yang seharusnya menjadi sarana mencari kebenaran justru kerap berubah menjadi ajang pertengkaran tanpa dasar akal sehat.

“Diskusi harus berbasis akal sehat. Artinya, setiap orang tidak hanya menyampaikan pendapat,

“tetapi juga bersedia mendengar dan menerima argumen orang lain,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Rocky Gerung yang aktif menggelar forum diskusi dan “safari filsafat” di berbagai daerah.

Menurutnya, upaya tersebut mampu memantik kesadaran masyarakat untuk berpikir lebih logis, kritis, dan terbuka terhadap perbedaan pandangan.

Jacob Ereste menilai kemunculan tokoh seperti Rocky Gerung bukan sekadar fenomena biasa,

melainkan bagian dari dinamika sosial yang muncul sebagai respons terhadap tekanan zaman.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk “terapi sosial” untuk mengurai kebuntuan yang terjadi di ruang publik.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya kecenderungan dominasi kekuasaan dan kepentingan ekonomi yang dinilai telah memengaruhi arah kebijakan publik.

Dampaknya, menurut dia, nilai-nilai moral, etika, dan komitmen terhadap konstitusi serta ideologi bangsa mulai tergerus.

Dalam situasi tersebut, Jacob Ereste menilai suara kritis sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan demokrasi.

Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan secara rasional dan berbasis argumen justru menjadi bagian penting dalam memperbaiki keadaan.

“Ketika ruang publik mulai buntu, maka dibutuhkan keberanian untuk membuka kembali jalur dialog yang sehat dan rasional,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi ikut aktif dalam membangun budaya diskusi yang berkualitas.

Menurutnya, kesadaran untuk saling mendengar dan menghargai perbedaan menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Jacob Ereste optimistis, dengan menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis dan diskusi berbasis akal sehat, masyarakat Indonesia dapat keluar dari kebuntuan dan menemukan arah baru yang lebih baik.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan lebih banyak orang yang mau berpikir jernih dan mendengar dengan hati terbuka,” pungkasnya.(Kontributor banten yacob )

Berita Terkait