Kawanindonesia.web.id— Warga Lingkungan IX, Jalan Perwira II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika Pemerintah Kota Medan tetap mempertahankan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX.
Ancaman itu muncul setelah tuntutan warga belum mendapat kepastian.
Sekitar 25 warga sebelumnya mendatangi Kantor Wali Kota Medan pada Kamis (30/4) untuk menyampaikan penolakan.
Mereka menilai M Salim tidak layak menjabat karena rekam jejaknya saat menjabat pada periode 2021–2022 dianggap mengecewakan.
“Kami akan kembali datang dengan massa lebih besar jika tuntutan kami tidak ditanggapi,” ujar salah seorang warga.
Warga menyatakan siap menerima siapa pun yang ditunjuk sebagai kepling, selama bukan M Salim.
Mereka menilai kepemimpinan sebelumnya tidak transparan dan tidak berpihak pada masyarakat.
Dalam aksinya, warga juga mengaku mengalami intimidasi. Mereka menyebut adanya ancaman tidak akan mendapatkan bantuan jika tetap menolak penunjukan tersebut.
Hal ini semakin memperkuat kekecewaan warga terhadap proses pengangkatan kepling.
Sebelumnya, warga juga mendatangi Kantor Camat Medan Timur untuk menyampaikan aspirasi serupa.
Aksi sempat memanas karena massa menunggu lama tanpa kepastian.
Setelah camat menemui warga, mereka menyampaikan sejumlah keluhan,
termasuk dugaan pungutan dalam pengurusan administrasi saat M Salim menjabat.
Selain itu, warga mengungkapkan dukungan kepada Endang Priska sebagai calon kepling alternatif.
Mereka menilai Endang lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak pelayanan yang baik.
Menanggapi polemik tersebut, Camat Medan Timur, Fernanda, menyatakan bahwa pengangkatan kepling telah melalui mekanisme sesuai Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota yang berlaku.
Ia juga berjanji akan mengawasi kinerja M Salim.
“Jika terbukti melanggar aturan, kami akan segera mencopotnya,” tegas Fernanda.
Meski demikian, warga tetap mendesak Wali Kota Medan untuk segera mengevaluasi keputusan tersebut.
Mereka berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil langkah tegas demi menjaga kepercayaan publik.
Jika tidak ada respons konkret, warga memastikan aksi protes akan kembali digelar dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang lebih besar (rizky)

