Kawanindonesia.web.id – Proyek pembangunan drainase di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi sorotan publik karena dikerjakan tanpa memasang papan informasi proyek.
Kondisi tersebut memicu kritik dari Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Kabupaten Madina yang mendesak aparat kepolisian mengusut pelaksanaan proyek tersebut.
Sorotan terhadap proyek itu semakin menguat setelah terjadi kecelakaan yang dialami seorang pengendara sepeda motor di lokasi pekerjaan pada pekan lalu.
Warga menilai material bangunan yang diletakkan di bahu jalan tanpa dilengkapi rambu peringatan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Hingga kini, masyarakat mengaku belum mengetahui secara pasti identitas pelaksana proyek, sumber pendanaan, nilai anggaran, maupun jangka waktu pelaksanaan karena tidak terdapat papan informasi di lokasi pekerjaan.
Ketua Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Kabupaten Madina, Ridwandi Nasution, meminta Polres Madina segera melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.
Menurutnya, setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah wajib dilaksanakan secara terbuka dan memperhatikan aspek keselamatan masyarakat.
“Polisi perlu memastikan seluruh proses pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan. Selain itu, pelaksana proyek juga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung,” ujar Ridwandi.
Ia menilai tidak adanya papan informasi proyek telah mengurangi transparansi kepada masyarakat. Di sisi lain,
“ia juga menyoroti belum adanya pengamanan yang memadai di sekitar lokasi pekerjaan, seperti pemasangan rambu-rambu peringatan maupun penataan material bangunan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Selain persoalan keterbukaan informasi, Ridwandi mengaku menerima laporan dari masyarakat terkait minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, kondisi itu menimbulkan kekecewaan di tengah warga yang berharap proyek pembangunan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
MPR Madina juga menyatakan akan melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas proyek serta kepatuhan pelaksana terhadap ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama instansi teknis segera melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar pekerjaan konstruksi dan memenuhi aspek keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, informasi yang beredar di lapangan menyebutkan proyek tersebut dikelola oleh seorang kontraktor bernama Indra.
Selain itu, muncul pula dugaan adanya keterlibatan seorang oknum TNI berinisial Dongoran.
Namun, informasi tersebut masih berupa klaim dari narasumber di lapangan dan belum memperoleh konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, Camat Siabu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal, Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal,
“serta pihak yang diduga sebagai pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang dan objektif.(Kontributor Magrifatulloh)

