Meimura Gelar Aksi “Besut Jogo Regol” di Surabaya, Suarakan Perlindungan Ruang Budaya Balai Pemuda

Kawanindonesia.web.id– Seniman ludruk Meimura menggelar aksi teatrikal bertajuk “Besut Jogo Regol” di Surabaya pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026, sebagai bentuk sorotan terhadap rencana pengosongan salah satu ruang budaya di kawasan Balai Pemuda Surabaya.

Dalam aksi tersebut, Meimura menghadirkan tokoh Besut sebagai simbol penjaga ruang budaya.

Ia menggambarkan Besut tidak hanya sebagai karakter tradisional ludruk, tetapi juga sebagai representasi kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ruang sejarah dan kebudayaan kota.

Melalui pementasan ini, Meimura menampilkan simbol pintu atau “regol” sebagai batas antara ingatan budaya dan potensi penghilangan ruang kesenian.

Ia menegaskan bahwa ruang budaya tidak hanya berfungsi sebagai aset fisik,

tetapi juga sebagai wadah hidupnya ekspresi seni dan identitas masyarakat.

Dalam aksinya, Meimura menggunakan simbol bambu runcing untuk menggambarkan semangat penjagaan, bukan perlawanan fisik.

Ia menempatkan Besut sebagai figur yang berdiri menjaga agar ruang budaya tidak berubah menjadi sekadar objek administratif yang dapat dipindahkan tanpa makna.

Aksi teatrikal ini juga menyoroti dinamika kebijakan pengelolaan ruang publik seni di Surabaya.

Meimura mengajak publik untuk memperhatikan kembali bagaimana kebijakan dapat memengaruhi keberlangsungan ekosistem seni tradisi yang telah lama tumbuh di kota tersebut.

Ia menegaskan bahwa pengosongan ruang budaya berpotensi menghilangkan jejak sejarah dan memutus rantai keberlanjutan seni pertunjukan rakyat seperti ludruk.

Karena itu, ia mendorong adanya dialog yang lebih terbuka antara seniman dan pemangku kebijakan.

Aksi “Besut Jogo Regol” berlangsung dengan nuansa simbolik yang kuat dan menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga ruang budaya tetap hidup di tengah perkembangan kota Surabaya.(Geng).

Berita Terkait