LEMON TREE’S REUNION TAMPIL MEMUKAU DI SURABAYA, MENGENANG WARISAN GOMBLOH MENJELANG HARI LAHIRNYA

Kawanindonesia.web.id – Rangkaian kegiatan penghormatan bertema “Gombloh: Bukan Hanya Di Radio” yang digelar di Balai Pemuda Surabaya semakin meriah dengan penampilan spesial Lemon Tree’s Reunion.

Grup ini yang diisi oleh Cak Pardi bersama rekan-rekan musisi lain, menyajikan lagu ikonik almarhum Gombloh berjudul “Lestari Alamku”, yang disambut tepuk tangan dan antusiasme luar biasa dari seluruh penonton yang memadati lokasi acara.

Makna Mendalam Lagu Lestari Alamku

Lagu ini bukan sekadar karya musik biasa, melainkan salah satu bukti tajamnya pandangan Gombloh terhadap lingkungan hidup dan hubungan manusia dengan alam.

Liriknya mengandung seruan mendalam untuk menjaga kelestarian alam, menyadarkan bahwa bumi adalah warisan yang harus dijaga demi masa depan bangsa dan manusia itu sendiri.

Pesan yang disampaikan puluhan tahun lalu ternyata masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, menjadikan lagu ini tetap bergaung dan menyentuh hati pendengar lintas generasi.

Sejarah Awal Lemon Tree’s Bersama Gombloh

Grup Lemon Tree’s memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan perjalanan karier Gombloh.

Berdiri di Surabaya pada akhir tahun 1960-an, grup ini menjadi wadah awal berkarya bagi sang maestro.

Bersama Lemon Tree’s, Gombloh mulai mengasah bakat mencipta lagu dan membawakan karya-karyanya di berbagai panggung, termasuk yang sering digelar di Balai Pemuda Surabaya—tempat yang kini kembali menjadi saksi penghormatan ini.

Kehadiran reuni ini menjadi bukti bahwa persaudaraan dan semangat seni yang dibangun puluhan tahun silam tetap hidup dan terus diwariskan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud mengenang dan menghormati sosok maestro musik Indonesia yang lahir pada 12 Juli.

Balai Pemuda Surabaya sendiri memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam bagi almarhum, karena menjadi salah satu ruang utama tempat ia berkarya, berlatih, serta berinteraksi dengan sesama seniman pada masa-masa awal dan puncak aktivitasnya.

Acara yang diinisiasi oleh Sasana Shanti Antropologi ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, melainkan juga ruang dokumentasi dan pewarisan nilai-nilai pemikiran serta budaya yang dibawa oleh almarhum Gombloh.

Selain penampilan musik, kegiatan ini juga turut menampilkan pameran foto serta rangkaian diskusi budaya, yang menjadikan Balai Pemuda Surabaya kembali hidup dengan semangat kreativitas yang pernah dibangun bersama oleh sang maestro dan rekan-rekannya di masa lalu.(Geng)

Berita Terkait