Kawanindonesia.web.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas logistik yang disebut digunakan untuk mendukung operasi Angkatan Laut Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.
Klaim tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai bagian dari rangkaian aksi balasan atas serangan yang sebelumnya ditujukan kepada Iran.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pasukan kedirgantaraannya melancarkan serangan terhadap fasilitas pendukung logistik dan pengisian bahan bakar yang diklaim digunakan oleh kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm.
Iran menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari fase lanjutan respons militernya terhadap Amerika Serikat.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim tersebut. (12/07/26)
Belum ada pula verifikasi independen yang memastikan tingkat kerusakan maupun dampak operasional di Pelabuhan Duqm akibat serangan yang diklaim Iran.
Pelabuhan Duqm memiliki posisi strategis di pesisir Laut Arab dan berada di luar Selat Hormuz.
Lokasi tersebut menjadikan pelabuhan itu sebagai salah satu titik penting untuk mendukung aktivitas logistik, pengisian bahan bakar, dan pergerakan kapal tanpa harus melintasi Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur pelayaran paling sensitif di kawasan Teluk.
Meningkatnya ketegangan juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur pelayaran internasional.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia sehingga setiap eskalasi militer di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi.
Sejumlah pengamat menilai Oman selama ini memainkan peran penting sebagai mediator dalam berbagai upaya diplomasi di Timur Tengah.
Hubungan baik Oman dengan Iran maupun negara-negara Barat membuat negara tersebut kerap menjadi lokasi perundingan untuk meredakan konflik regional.
Namun, situasi terbaru menunjukkan bahwa eskalasi konflik kini turut menyentuh wilayah yang sebelumnya relatif aman dari konfrontasi langsung.
Perkembangan situasi masih terus berlangsung. Berbagai pihak internasional menyerukan penahanan diri dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah meluasnya konflik yang dapat mengancam keamanan kawasan serta aktivitas pelayaran internasional.(Red)

