GMRI Bahas Kesaksian Sri Eko Sriyanto Galgendu yang Dinilai Sarat Pesan Kebangsaan

Kawanindonesia web.id – Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia menjadikan kesaksian spiritual yang disampaikan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai salah satu topik utama dalam pertemuan rutin organisasi tersebut pada Mei 2026.

Sejumlah peserta forum menilai pandangan yang disampaikan Sri Eko mengandung pesan kebangsaan, moralitas, dan rekonsiliasi yang relevan dengan kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

Pembahasan berlangsung dalam dua kali pertemuan yang digelar di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 4A, Jakarta Pusat, yakni pada 21 Mei dan 25 Mei 2026.

Para peserta mendiskusikan berbagai respons publik yang muncul setelah sejumlah pernyataan Sri Eko beredar luas melalui forum diskusi dan podcast yang menjadi perhatian masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, peserta menyoroti aktivitas Sri Eko yang belakangan hadir dalam sejumlah agenda nasional.

Salah satunya ketika ia mengikuti perayaan Trisuci Waisak Nasional 2570 di Jakarta pada 10 Mei 2026.

Pada kesempatan itu, Sri Eko membacakan doa khusus untuk Bhikkhu Jinnadhamo Mahathera dan menyerahkan Kitab MA HA IS MA YA kepada Philip K. Wijaya.

Kegiatan Sri Eko kemudian berlanjut melalui berbagai forum diskusi kebangsaan dan podcast yang membahas isu sosial, politik, serta perjalanan demokrasi Indonesia.

Kehadirannya dalam sejumlah acara tersebut memunculkan beragam penafsiran dari masyarakat.

Sebagian pihak menganggapnya sebagai bentuk kesaksian spiritual, sementara sebagian lainnya menilai pernyataan yang disampaikan memiliki nuansa politik.

Peserta forum GMRI menilai bahwa substansi yang disampaikan Sri Eko lebih banyak menekankan pentingnya nilai moral, etika, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa.

Mereka memandang pesan-pesan tersebut sebagai ajakan untuk memperkuat persatuan nasional dan memperbaiki kualitas kepemimpinan melalui pendekatan yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Dalam diskusi itu, sejumlah peserta juga menyoroti hubungan antara spiritualitas dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Mereka berpendapat bahwa nilai spiritual dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun kesadaran kolektif,

terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan yang berkembang saat ini.

Nama Sri Eko Sriyanto Galgendu sendiri dikenal aktif mengampanyekan gerakan rekonsiliasi dan persatuan nasional melalui berbagai kegiatan yang melibatkan tokoh lintas agama, budaya, dan masyarakat.

Karena itu, sebagian peserta GMRI menilai kesaksian yang ia sampaikan tidak semata-mata berbicara tentang individu tertentu,

melainkan juga menyentuh persoalan yang lebih luas terkait kondisi bangsa.

Pembahasan di lingkungan GMRI tersebut menunjukkan bahwa isu spiritualitas, etika, dan kebangsaan masih menjadi perhatian berbagai kalangan.

Organisasi itu berharap diskusi yang berkembang dapat mendorong lahirnya ruang dialog yang sehat dan konstruktif demi memperkuat persatuan

serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan politik dan sosial Indonesia.

Melalui forum tersebut, GMRI kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong rekonsiliasi, memperkuat moralitas publik, dan membangun

kesadaran kebangsaan sebagai fondasi penting dalam kehidupan bernegara.(Kontributor yacob)

Berita Terkait