Kawanindonesia.web.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa optimisme dan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam ajang TOP 100 BUMD, Education, Leader, BPR Excellence Award 2026 di Surabaya.
Sherlita menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dijalankan oleh pemerintah semata.
Seluruh elemen, mulai dari dunia usaha, institusi pendidikan, media, hingga masyarakat, harus berkolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Optimisme dan sinergi merupakan modal utama dalam pembangunan daerah.
Ketika seluruh pihak bergerak bersama, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih baik dan peluang pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur.
Menurut Sherlita, Jawa Timur mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional berkat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Sinergi tersebut perlu terus diperkuat melalui inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola yang profesional dan akuntabel.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah juga harus memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan yang inklusif akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang sekaligus memperkuat daya tahan daerah menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sherlita juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi pembangunan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan berbagai institusi publik akan memperkuat stabilitas sosial sekaligus menciptakan iklim pembangunan yang kondusif.
Ia menilai komunikasi yang terbuka dan transparan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
Karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar setiap program pembangunan dapat dipahami dan didukung secara luas.
“Melalui optimisme, komunikasi yang baik, dan kepercayaan publik yang kuat, kita dapat mempercepat terwujudnya Jawa Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sherlita juga mengapresiasi penyelenggaraan TOP 100 BUMD, Education, Leader, BPR Excellence Award 2026.
Menurutnya, ajang penghargaan tersebut menjadi sarana untuk memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kinerja terbaik dalam bidangnya masing-masing.
Ia menilai penghargaan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas prestasi yang telah dicapai, tetapi juga menjadi motivasi bagi berbagai lembaga dan organisasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta kontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
“Ajang seperti ini mampu mendorong lahirnya inovasi dan praktik-praktik terbaik yang dapat menjadi inspirasi bagi institusi lainnya.
Semangat kompetisi yang sehat akan menghasilkan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah meyakini bahwa optimisme, sinergi, dan kepercayaan publik akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur di masa mendatang.(Bagas)
