Budaya Diskusi Dinilai Menyimpang, Rocky Gerung Tekankan Pentingnya Rasionalitas

Kawanindonesia.web.id — Budaya diskusi di ruang publik dinilai mengalami penyimpangan.

Pengamat politik Rocky Gerung menegaskan bahwa banyak forum tidak lagi mengedepankan rasionalitas,

melainkan sekadar menjadi ajang memenangkan argumen.


Ia menyatakan, diskusi yang sehat harus berpijak pada akal sehat dan keterbukaan terhadap pandangan berbeda.

Menurutnya, peserta diskusi tidak cukup hanya menyampaikan pendapat,

tetapi juga wajib mendengar dan mempertimbangkan argumen orang lain.


Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kecenderungan sebaliknya.

Banyak forum publik justru dipenuhi sikap saling mendominasi, bahkan mengabaikan substansi pembahasan.

Peserta kerap fokus membenarkan diri sendiri tanpa memberi ruang bagi dialog yang setara.


Rocky Gerung menilai, melemahnya rasionalitas ini tidak lepas dari tekanan sosial dan politik yang memengaruhi cara berpikir masyarakat.

Ia menyebut, ketika logika tidak lagi menjadi dasar, diskusi berubah menjadi konflik tanpa arah.(27/04/26)


Melalui berbagai forum dan kegiatan “safari filsafat”, ia terus mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis.

Ia mengajak publik untuk menjadikan diskusi sebagai sarana mencari kebenaran bersama, bukan sekadar mempertahankan ego.


Sejumlah pengamat juga menilai, penyimpangan budaya diskusi berdampak pada kualitas demokrasi.

Ketika ruang dialog tidak sehat, fungsi kontrol terhadap kebijakan publik menjadi lemah, sehingga berpotensi memicu berbagai persoalan dalam tata kelola negara.


Selain itu, dominasi kepentingan politik dan ekonomi disebut turut mempersempit ruang diskusi yang objektif.

Kondisi ini membuat perdebatan publik sering kehilangan arah dan substansi.


Karena itu, Rocky Gerung menekankan pentingnya membangun kembali budaya diskusi yang rasional dan terbuka.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijaga.


Publik pun diharapkan mampu memanfaatkan ruang diskusi secara bijak, dengan mengedepankan logika, etika, dan sikap saling menghargai demi terciptanya dialog yang sehat dan konstruktif.(Kontributor banten yacob)

Berita Terkait