Kawanindonesia.web.id – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur yang diduga mengalami kelalaian hingga menimbulkan insiden kecelakaan di lapangan.
APMP Jatim menilai setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran daerah harus menjamin aspek keselamatan masyarakat serta memenuhi standar teknis dan prosedur kerja yang berlaku.
Mereka menekankan bahwa pengawasan ketat perlu diperkuat agar tidak terjadi kembali insiden yang merugikan publik.
Direktur APMP Jatim, Acek Kusuma, menyatakan bahwa pemerintah daerah perlu segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan, khususnya yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan warga.
“Evaluasi total perlu dilakukan agar semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek lebih berhati-hati dan bertanggung jawab.
Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya di Surabaya, Senin (22/6/2026).
APMP Jatim juga mendorong adanya peningkatan transparansi dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk penguatan fungsi pengawasan oleh dinas terkait.
Selain itu, APMP Jatim meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Mereka menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti lalai harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Organisasi tersebut juga mengusulkan evaluasi terhadap mekanisme pengadaan dan pelaksanaan tender agar proses pembangunan berjalan lebih terbuka, kompetitif, dan akuntabel.
APMP Jatim menegaskan bahwa perbaikan sistem pengawasan proyek menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai prinsip keselamatan publik, transparansi, dan akuntabilitas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Surabaya dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai desakan evaluasi yang disampaikan APMP Jatim tersebut.(Kontributor c)
