Kawanindonesia.web.id – Sebuah pesawat komando milik Rusia dilaporkan mendarat di Teheran, Iran, dan memicu perhatian internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Keberadaan pesawat tersebut terpantau melalui layanan pelacakan penerbangan Flightradar24, yang mencatat pesawat lepas landas dari Moskow sebelum tiba di ibu kota Iran sekitar pukul 10.10 waktu setempat.Pesawat yang teridentifikasi sebagai Tupolev Tu-214PU itu menggunakan nomor registrasi RA-64531 dengan kode panggilan RSD420.
Armada tersebut merupakan bagian dari Skuadron Penerbangan Khusus Rusia dan dikenal sebagai pesawat komando yang dirancang untuk mendukung komunikasi serta kendali pemerintahan dalam situasi darurat.
Karena fungsi tersebut, pesawat ini kerap dijuluki sebagai “pesawat kiamat”.
Hingga kini, pemerintah Rusia maupun Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan penerbangan pesawat tersebut.
Meski demikian, kedatangannya di Teheran menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Di saat yang sama, Pemerintah China kembali menyerukan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa selat tersebut merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam perdagangan internasional dan distribusi energi dunia.
Menurut Lin Jian, seluruh negara memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pelayaran di Selat Hormuz tetap aman, stabil, dan terbuka.
Ia menilai kelancaran aktivitas pelayaran di jalur tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi global.
China juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat komunikasi dengan negara-negara terkait dan komunitas internasional guna mendorong terciptanya stabilitas serta mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak mentah dan gas alam dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Gangguan terhadap jalur ini berpotensi menghambat rantai pasok energi global dan memengaruhi harga minyak dunia.
Pengamat menilai, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat perhatian dunia kembali tertuju pada keamanan kawasan,
termasuk aktivitas militer dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz yang memiliki peran strategis bagi perdagangan internasional.(Red)

