Kawanindonesia.web.id – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kedua perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong di Surabaya.
Program TJSL tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Pelindo terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional pelabuhan. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan warga sehingga mampu mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
PT Pelindo Terminal Petikemas menyerahkan bantuan secara simbolis melalui Senior Vice President Sekretariat Perusahaan, Widyaswendra, kepada pengurus Perkumpulan Komunikasi Masyarakat (Perkom) Terminal Teluk Lamong dari masing-masing wilayah.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas dan PT Terminal Teluk Lamong, Sekretaris Camat Benowo, perwakilan Camat Asemrowo, para kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat dari tujuh kelurahan di sekitar kawasan operasional Terminal Teluk Lamong, yakni Tambak Osowilangon,
Romokalisari, Tambak Sarioso, Genting Kalianak, Morokrembangan, Tenggulunan, dan Karangkiring.
Widyaswendra mengatakan, program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Pelindo meyakini bahwa keberhasilan perusahaan harus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo Group berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kami meyakini bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Oleh karena itu, setiap program yang kami jalankan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya kemandirian, kesejahteraan, dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Widyaswendra.
Ia menambahkan, implementasi prinsip ESG tidak hanya diwujudkan melalui operasional pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang berkesinambungan serta semakin mempererat hubungan harmonis antara Pelindo dengan masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Benowo, Dwi Hargianto, mengapresiasi kolaborasi antara PT Pelindo Terminal Petikemas dan PT Terminal Teluk Lamong dalam menghadirkan program TJSL yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana tersebut akan mendukung berbagai aktivitas warga sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik di wilayah Ring 1 Terminal Teluk Lamong.
“Bantuan sarana dan prasarana ini sangat bermanfaat bagi warga, baik untuk mendukung kebutuhan harian maupun meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah kami.
Semoga sinergi dan komunikasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat terus terjalin erat ke depannya,” ujarnya.
Melalui program TJSL berbasis ESG, PT Pelindo Terminal Petikemas dan PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan warga sekaligus mendukung pembangunan sosial-ekonomi di kawasan sekitar pelabuhan Surabaya.(Red)

