Jacob Ereste Nilai Safari Politik Joko Widodo Jadi Pembelajaran Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Kawanindonesia.web.id.– Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste menilai safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke berbagai daerah dapat menjadi pembelajaran demokrasi bagi masyarakat dalam menyongsong Pemilu 2029.

Menurutnya, rangkaian kunjungan tersebut layak dicermati karena mengandung berbagai dimensi politik, ekonomi, dan budaya yang dapat memengaruhi dinamika demokrasi di Indonesia.


Dalam keterangannya di Banten, Kamis (2/7/2026), Jacob Ereste mengatakan safari politik tersebut bukan hanya menjadi bagian dari aktivitas politik,

“tetapi juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengamati secara langsung bagaimana partai politik membangun komunikasi dan memperoleh dukungan publik.


Ia berpendapat, hasil safari politik tersebut nantinya akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan dalam meningkatkan dukungan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2029.


“Safari politik ini layak dicermati sebagai bagian dari proses pembelajarandemokrasi,Masyarakat dapat menilai secara langsung bagaimana komunikasi politik dibangun dan bagaimana dukungan publik berkembang,” ujar Jacob Ereste.


Selain aspek politik, Jacob juga menyoroti sisi ekonomi dari kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan safari ke berbagai daerah membutuhkan perencanaan dan sumber daya yang besar sehingga menjadi bagian dari dinamika politik yang menarik untuk diamati.


Ia juga menilai pendekatan budaya tidak dapat dipisahkan dari kegiatan politik,Kehadiran tokoh politik di berbagai daerah, menurutnya, akan mendapat beragam respons dari masyarakat yang mencerminkan tingkat penerimaan, partisipasi, dan kedewasaan dalam berdemokrasi.


Jacob mengatakan masyarakat perlu menyikapi setiap aktivitas politik secara kritis dan rasional.

Ia mengajak publik untuk tidak hanya melihat simbol dan popularitas, tetapi juga memperhatikan gagasan, program, serta komitmen yang ditawarkan kepada masyarakat.


Menurutnya, safari politik dapat menjadi ruang pendidikan politik yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai kualitas kepemimpinan dan arah perjuangan partai politik menjelang kontestasi nasional.


Ia juga berharap seluruh peserta Pemilu 2029 mampu menghadirkan kompetisi politik yang sehat, menjunjung etika, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.


Jacob menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi dengan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab.

Ia menilai sikap kritis masyarakat akan menjadi faktor yang menentukan kualitas kepemimpinan nasional pada masa mendatang.


“Rakyat harus menjadi subjek dalam demokrasi, bukan sekadar objek politik. Karena itu, setiap proses politik perlu disikapi dengan bijak agar menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan bangsa,” katanya.


Lebih lanjut, Jacob berharap dinamika politik menuju Pemilu 2029 dapat berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat.

Menurutnya, setiap kegiatan politik, termasuk safari ke berbagai daerah, semestinya mampu memperkuat pendidikan politik masyarakat sekaligus memperkokoh persatuan nasional.


Ia menegaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas wawasan politik,

“meningkatkan partisipasi demokrasi, serta membangun budaya politik yang lebih dewasa demi kemajuan Indonesia.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait