Khofifah Tinjau SPMB 2026, Pengambilan PIN di Jatim Berjalan Tertib dan Lancar

Kawanindonesia.web.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 9 Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan kepada calon peserta didik berjalan tertib, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Khofifah melihat secara langsung proses verifikasi data dan pengambilan PIN yang menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Ia menilai pelayanan yang diberikan sekolah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.“Hari ini di SMA 5 dan SMA 9 Surabaya, saya melihat proses pelayanan berjalan dengan baik.

Ruang verifikasi cukup longgar, antrean tertata, dan kapasitas layanan juga diatur dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, perbaikan sistem pelayanan yang dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Timur berhasil menciptakan proses pengambilan PIN yang lebih tertib dan efisien.

Calon peserta didik maupun orang tua tidak lagi harus datang sejak dini hari untuk mengantre seperti yang sempat terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Khofifah menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang melayani pengambilan PIN kini didukung oleh operator yang cukup memadai.

Rata-rata setiap sekolah menyiapkan sekitar 10 operator untuk membantu proses verifikasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan jumlah operator yang cukup, pelayanan menjadi lebih cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan secara optimal.

Sistem seperti ini juga diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa proses pengambilan PIN telah berlangsung sejak 29 Mei 2026 dan akan berakhir pada 9 Juni 2026.

Sedangkan proses verifikasi data dijadwalkan selesai pada 10 Juni 2026.Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar, Dinas Pendidikan Jawa Timur menambah kapasitas layanan harian di setiap sekolah.

Selain itu, pelayanan juga tetap dibuka pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengurus pengambilan PIN.

“Kami memberikan kuota layanan sekitar 200 peserta per hari di setiap sekolah. Bahkan pada akhir pekan dan hari libur kami tetap membuka pelayanan agar proses berjalan lancar dan tidak terjadi antrean panjang,” ujar Aries.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, hingga Selasa (2/6/2026), lebih dari 91 ribu calon peserta didik telah berhasil mengambil PIN SPMB.

Jumlah tersebut masih jauh di bawah total kuota yang tersedia, yakni sekitar 1,4 juta PIN.

Aries menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena waktu pelayanan masih cukup panjang dan kapasitas yang disediakan sangat memadai untuk menampung seluruh calon peserta didik yang akan mengikuti SPMB tahun 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa kendala yang sempat muncul terkait belum diterimanya Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh sebagian siswa kelas IX tidak menjadi hambatan dalam proses pengambilan PIN.

Sekolah tetap dapat menggunakan dokumen pendukung lainnya untuk membantu proses administrasi calon peserta didik.

Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Khofifah pun optimistis seluruh proses penerimaan murid baru akan berjalan lancar hingga tahap akhir pelaksanaan.(Bagas)

Berita Terkait