Program SIKAP Dindik Jatim Dorong Sekolah Jadi Pusat Ketahanan Pangan

Kawanindonesia.web.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran sekolah dalam mendukung ketahanan pangan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan).

Melalui program ini, Dindik Jatim mendorong sekolah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan pendidikan menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik bagi peserta didik.(12/07/26)

Program SIKAP resmi diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Januari 2026.

Namun, implementasinya telah dimulai sejak akhir 2025 melalui proyek percontohan di sejumlah SMA, SMK, dan SLB di berbagai daerah.

Hasil positif dari program tersebut menjadi dasar Dindik Jatim untuk memperluas pelaksanaannya ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.


Melalui Program SIKAP, sekolah mengembangkan berbagai kegiatan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Sejumlah sekolah membudidayakan sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, hingga tanaman hidroponik.

Sementara sekolah lainnya mengembangkan budidaya ikan air tawar, peternakan unggas, serta mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi.


Dindik Jatim tidak hanya menjadikan sekolah sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium kehidupan.

Peserta didik memperoleh kesempatan belajar secara langsung melalui metode learning by doing, sehingga mereka memahami seluruh proses produksi pangan mulai dari menanam, merawat, memanen, hingga mengolah hasil panen.


Pendekatan tersebut membuat peserta didik lebih mudah memahami pentingnya ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan hidup (life skills) yang dibutuhkan di masa depan.

Mereka juga belajar bekerja sama, bertanggung jawab, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Program SIKAP kini telah melibatkan ratusan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur.

Ratusan ribu guru dan peserta didik ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas ketahanan pangan yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.
Selain menjadi media pembelajaran, hasil panen yang dihasilkan sekolah juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berbagai produk pertanian dan olahan pangan dipasarkan melalui bazar sekolah, pameran pemerintah daerah, hingga mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).


Keterlibatan sekolah dalam berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.


Program SIKAP juga memperkenalkan konsep kewirausahaan kepada peserta didik sejak dini.

Mereka belajar mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai tambah, merancang kemasan yang menarik, hingga memahami strategi pemasaran.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membentuk generasi muda yang mandiri, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.


Dindik Jatim berharap Program SIKAP terus berkembang sebagai gerakan pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik,

“tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli terhadap lingkungan, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.


Melalui Program SIKAP, sekolah di Jawa Timur membuktikan bahwa pemanfaatan lahan kosong dapat menghadirkan manfaat besar.

Selain mendukung proses pembelajaran yang lebih kontekstual, program ini juga menjadikan sekolah sebagai pusat ketahanan pangan yang memberikan dampak positif bagi peserta didik, masyarakat, dan pembangunan daerah.(Bagas)

Berita Terkait