Keterangan foto:Bupati Tulungagung terjaring OTT KPK, MAKI soroti praktik korupsi yang terus berulang di Jawa Timur.
Kawanindonesia.web.id
Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali terjadi di Jawa Timur membuat publik semakin resah.
Penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 11 April 2026 menjadi bukti bahwa praktik korupsi di tingkat kepala daerah masih terus berulang.
Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, mengingatkan bahwa kondisi ini menunjukkan bahaya serius bagi tata kelola pemerintahan di daerah.
Heru menilai, pola korupsi yang terjadi masih berkutat pada sektor klasik seperti perizinan, proyek pembangunan, hingga pengelolaan anggaran.
Ia menyebut, lemahnya sistem pengawasan menjadi faktor utama yang membuat praktik tersebut terus terjadi.
“Kasus OTT yang berulang ini bukan sekadar kebetulan. Ini menunjukkan ada pola yang tidak pernah benar-benar diputus. Sistem pengawasan kita masih lemah,” tegas Heru.
Ia juga menyoroti minimnya efek jera dari penindakan hukum yang selama ini dilakukan.
Menurutnya, jika penegakan hukum benar-benar efektif, maka kasus serupa tidak akan terus muncul dari tahun ke tahun.
“Kalau efek jera itu kuat, tidak mungkin kepala daerah masih berani bermain dalam praktik korupsi. Artinya, ada celah yang terus dimanfaatkan,” ujarnya.
Heru mendesak agar KPK tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku utama,
“tetapi juga membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam aliran dana dan pengaturan proyek.
“KPK harus berani mengusut sampai ke akar. Jangan hanya berhenti di kepala daerah. Aktor di belakang layar juga harus diungkap,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa korupsi yang terus berulang dapat merusak kepercayaan publik serta menghambat pembangunan di Jawa Timur.
Ia pun meminta seluruh kepala daerah menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras untuk memperbaiki integritas dan tata kelola pemerintahan.
Saat ini, KPK masih mengembangkan kasus OTT di Tulungagung tersebut.
Masyarakat menaruh harapan besar agar pengungkapan kasus ini dapat membuka seluruh jaringan korupsi yang selama ini tersembunyi. (Red)

