Kawanindonesia.web.id – Budayawan dan penulis Jacob Ereste menyerukan agar praktik politik di Indonesia kembali berorientasi pada kepentingan rakyat serta memperkuat persatuan bangsa.
Menurutnya, dinamika politik yang berkembang saat ini semestinya menjadi ruang untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat, bukan memperuncing perseteruan antar elite
.
Pandangan tersebut disampaikan Jacob Ereste melalui tulisan reflektif yang ditulis di Banten pada 10 Juli 2026.
Dalam tulisannya, ia menggunakan berbagai analogi, termasuk kisah pewayangan Bharatayuda, untuk menggambarkan dinamika perebutan pengaruh dan kekuasaan yang dinilainya masih kerap mewarnai kehidupan berbangsa.
Jacob menilai persaingan politik akan kehilangan makna apabila hanya berorientasi pada kepentingan kelompok atau individu.
Menurutnya, setiap kebijakan dan langkah yang diambil para pemimpin seharusnya mengutamakan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
Ia juga menyoroti kesenjangan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih, Jacob mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan persoalan yang dihadapi rakyat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain itu, Jacob mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menempatkan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sebagai fondasi dalam kehidupan bernegara.
Menurutnya, kepemimpinan yang berlandaskan moral akan lebih mampu membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan stabilitas sosial.
Dalam refleksinya, Jacob juga mengingatkan bahwa setiap konflik politik memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat luas.
Karena itu, ia menilai penyelesaian perbedaan pandangan sebaiknya dilakukan melalui dialog, penghormatan terhadap hukum, dan semangat kebersamaan, bukan melalui perseteruan yang berkepanjangan.
Ia menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses politik. Politik, menurutnya, seharusnya menjadi sarana untuk mewujudkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat persatuan nasional, bukan sekadar arena perebutan pengaruh.
Melalui tulisannya, Jacob Ereste berharap para pemimpin dan seluruh komponen bangsa dapat membangun budaya politik yang lebih dewasa dengan mengedepankan kepentingan publik.
Ia meyakini semangat persatuan, kejujuran, dan tanggung jawab bersama merupakan modal penting untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih harmonis dan berkeadilan.(Kontributor Yacob)

