Kawanindonesia.web.id – Pengamat sosial dan politik Jacob Ereste menilai saat ini menjadi momentum penting bagi Partai Buruh untuk bangkit dan memperkuat perannya dalam memperjuangkan kepentingan buruh serta kelompok masyarakat kecil di Indonesia.
Menurutnya, partai tersebut perlu membangun konsolidasi yang lebih kuat agar mampu menjadi kekuatan politik yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat.
Dalam keterangannya di Banten, Minggu (5/7/2026), Jacob mengatakan Partai Buruh harus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Ia menilai buruh, petani, nelayan, pelaku UMKM, mahasiswa, pegawai honorer, hingga pengemudi ojek online merupakan kelompok yang memiliki potensi besar untuk menjadi basis dukungan apabila mendapatkan perhatian yang serius.
“Partai Buruh harus hadir dengan program yang konkret dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan begitu, kepercayaan publik dapat dibangun kembali,” ujar Jacob.Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas buruh melalui pelatihan dan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis yang perlu diperkuat.
Menurutnya, organisasi buruh harus mampu melahirkan kader-kader yang memahami persoalan ketenagakerjaan sekaligus mampu memberikan pendampingan kepada para pekerja yang menghadapi permasalahan di tempat kerja.
Selain itu, Jacob mendorong Partai Buruh memperluas perhatian kepada sektor pertanian dan perikanan.
Ia menilai petani masih menghadapi persoalan ketersediaan pupuk, sedangkan nelayan kerap mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar untuk melaut.
Ia juga mengusulkan pembentukan koperasi sebagai salah satu solusi untuk membantu petani dan nelayan memperoleh kebutuhan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.
Menurut Jacob, Partai Buruh juga perlu membangun kemitraan dengan kalangan mahasiswa melalui berbagai program pengabdian masyarakat dan praktik lapangan.
Ia menilai mahasiswa memiliki kreativitas dan kemampuan inovatif yang dapat berkontribusi dalam penguatan organisasi maupun pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, Jacob menilai pegawai honorer dan pengemudi transportasi daring juga perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Menurutnya, kedua kelompok tersebut merupakan bagian dari pekerja modern yang selama ini belum banyak terakomodasi dalam perjuangan politik berbasis ketenagakerjaan.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Jacob menyebut jumlah buruh di Indonesia mencapai puluhan juta orang.
Potensi tersebut, menurutnya, menjadi modal besar bagi Partai Buruh untuk memperluas basis dukungan politik apabila mampu menghadirkan program yang relevan dan berkelanjutan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Partai Buruh masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Karena itu, konsolidasi organisasi, penguatan kader, serta penyusunan program yang berpihak kepada masyarakat menjadi langkah yang harus segera dilakukan.
Jacob juga menilai momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat sinergi antara organisasi buruh dan Partai Buruh dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada pekerja.
Menurutnya, jika mampu membangun kepercayaan publik dan memperjuangkan kepentingan buruh serta kelompok masyarakat marginal secara konsisten,
Partai Buruh berpeluang menjadi salah satu kekuatan politik yang ikut menentukan arah pembangunan nasional sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat.(Kontributor Yacob)

