Kawanindonesia.web.id – Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim (Qowimuddin), optimistis penyelenggaraan Kediri Beauty Fest 2026 mampu memperkuat ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecantikan lokal.
Festival yang digelar di Atrium Kediri Town Square pada 1–5 Juli 2026 itu dinilai menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun kolaborasi, dan meningkatkan daya saing.
Saat membuka acara pada Rabu (1/7/2026), Gus Qowim menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Kediri yang terus menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menciptakan ruang kolaborasi yang mendukung perkembangan sektor ekonomi kreatif.
“Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Kediri yang selama ini terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Kediri Beauty Fest menjadi salah satu ruang kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan industri kecantikan di Kota Kediri,” ujarnya.
Mengusung tema “Radiance in Modesty”, festival ini mengajak masyarakat memandang kecantikan sebagai cerminan rasa percaya diri, karakter positif, dan kemampuan menjadi versi terbaik dari diri sendiri, bukan sekadar penampilan fisik.
Gus Qowim berharap masyarakat memanfaatkan festival tersebut tidak hanya untuk mendapatkan berbagai promo produk kecantikan,
tetapi juga menambah wawasan melalui konsultasi dengan para ahli serta memahami pentingnya memilih produk yang aman dan berkualitas.
Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa sebelum membeli produk kosmetik maupun perawatan kulit.
Menurut Gus Qowim, industri kecantikan saat ini berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Berbagai profesi seperti makeup artist, beauty content creator, hair stylist, nail artist, hingga pelaku UMKM di bidang kosmetik dan perawatan kulit terus bermunculan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Ia menilai Kota Kediri memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri kecantikan karena didukung oleh banyak pelaku usaha, generasi muda kreatif, serta berkembangnya salon, barbershop, klinik kecantikan, dan UMKM di sektor fesyen maupun kosmetik.
“Industri kecantikan tidak hanya membuat masyarakat lebih percaya diri, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan roda perekonomian daerah,” katanya.
Gus Qowim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, mulai dari Jawa Pos Radar Kediri, berbagai merek kecantikan, klinik, hingga pelaku UMKM yang ikut meramaikan festival tersebut.
Ia berharap Kediri Beauty Fest 2026 menjadi ajang yang mampu memperkuat jejaring antarpelaku usaha, meningkatkan inovasi, serta mendorong pertumbuhan industri kecantikan lokal secara sehat, kreatif, dan berkelanjutan.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Suriyadi, Ketua KADIN Kota Kediri Novianti Handayani, perwakilan Kediri Town Square Aan Tri Ayuni, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Duha)

