Keterangan foto:DPRD Jatim nilai pembelajaran tatap muka lebih efektif, daring jadi pelengkap.
Kawanindonesia.id– DPRD Jawa Timur mengakui efektivitas pembelajaran tatap muka sebagai metode utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Lembaga legislatif ini menilai sistem daring tetap penting, namun hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti pembelajaran langsung di kelas.(31/03/26)
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem daring,
“terutama dalam aspek interaksi sosial dan pembentukan karakter siswa.
“Tatap muka bukan hanya soal penyampaian materi, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab,
Dan kemampuan sosial siswa. Ini tidak bisa maksimal jika hanya mengandalkan sistem daring,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, pengalaman selama penerapan pembelajaran daring sebelumnya menunjukkan berbagai tantangan,
mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga menurunnya motivasi belajar siswa.
Selain itu, kesenjangan akses teknologi antara daerah perkotaan dan perdesaan turut memengaruhi kualitas pendidikan.
Rasiyo mendorong agar momentum kembalinya pembelajaran tatap muka dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Ia meminta para tenaga pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Tatap muka harus kita optimalkan dengan pendekatan yang lebih inovatif agar siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar,” tegasnya.
Meski demikian, ia tetap menilai digitalisasi pendidikan memiliki peran penting. Sistem daring dapat dimanfaatkan sebagai sarana penunjang,
“seperti untuk pemberian tugas, pengayaan materi, hingga pembelajaran dalam kondisi tertentu.
Di sisi lain, DPRD Jatim juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Sekolah diharapkan mampu menghadirkan suasana yang mendukung perkembangan akademik sekaligus kesehatan mental siswa.
Sementara itu, Abdul Mu’ti memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka berdasarkan hasil keputusan pemerintah.
Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan efektivitas pembelajaran serta penguatan karakter peserta didik.
Dengan demikian, DPRD Jatim berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua,
Dapat bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Timur.(Bgs)

