Kawanindonesia.web.id – Babinsa Desa Ketaon Koramil 05/Banyudono Kodim 0724/Boyolali, Sertu Anwar, bersama petani menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus Serentak dan Terpadu Tahun Anggaran 2026 di area persawahan Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
Pelaksanaan Gerdal melibatkan petugas pendamping hama dari Kecamatan Banyudono, perangkat desa, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ketaon.
Seluruh unsur bersinergi melakukan pengendalian hama secara terpadu guna menekan populasi tikus yang berpotensi merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.
Sertu Anwar mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pengendalian hama yang dilakukan secara serentak akan lebih efektif memutus rantai perkembangbiakan tikus sehingga lahan pertanian dapat terjaga dengan baik.
“Melalui gerakan bersama ini, kami ingin membantu petani melindungi tanaman padi dari serangan hama. Jika pengendalian dilakukan secara serentak, hasilnya akan lebih efektif dan produktivitas pertanian dapat dipertahankan,” ujar Sertu Anwar.
Selain mendampingi pelaksanaan Gerdal, Babinsa juga mengajak para petani untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan koordinasi dalam mengantisipasi serangan hama di lahan pertanian.
Menurutnya, kerja sama yang solid menjadi kunci keberhasilan menjaga hasil panen dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Para petani menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung dalam mengurangi ancaman hama tikus yang selama ini menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas padi.
Mereka berharap kegiatan pengendalian hama secara terpadu dapat dilakukan secara berkelanjutan agar hasil pertanian tetap optimal.
Melalui Gerakan Pengendalian Hama Tikus Serentak ini, TNI bersama pemerintah daerah, perangkat desa, dan kelompok tani terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pertanian yang produktif.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan, meningkatkan hasil panen, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Boyolali.

