Kandang Kambing Warga Jatisrono Wonogiri Terbakar, 3 Ekor Ternak Mati dan Rugi Rp10 Juta

Kawanindonesia.web.id – Kebakaran menghanguskan kandang kambing milik warga di Dusun Pandeyan RT 01 RW 04, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Kamis malam (23/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga ekor kambing mati terbakar dan menimbulkan kerugian materi sekitar Rp10 juta.Babinsa Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri bersama personel Polsek Jatisrono langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Petugas membantu memadamkan api dan mengamankan area sekitar untuk mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain.Babinsa Koramil 14/Jatisrono Peltu Ariyanto dan Sertu Mianto bersama Aiptu Handoko, Briptu Mustofa, Kepala Desa Pandeyan Sakino, serta warga setempat bahu-membahu menangani kebakaran.

Respons cepat aparat dan warga berhasil menghentikan kobaran api sebelum menjalar ke bangunan di sekitar kandang.

Petugas kemudian melakukan pendataan awal terkait dampak kebakaran dan kerugian yang dialami pemilik.

Pemilik kandang, Marman dan Sukar, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar suara kambing yang gaduh dari dalam kandang. Mereka kemudian mengecek kondisi kandang melalui jendela rumah dan melihat api sudah membesar.

Marman dan Sukar segera menghubungi anggota Koramil 14/Jatisrono untuk meminta bantuan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan bersama warga.Kebakaran menghanguskan kandang beserta isinya.

Tiga ekor kambing tidak berhasil diselamatkan dan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Pemilik memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp10 juta.Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menduga kelalaian menjadi penyebab kebakaran.

Sisa pembakaran sampah dan kotoran kambing diduga masih menyimpan bara api yang kemudian memicu kobaran api hingga membakar kandang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini menimbulkan kerugian bagi pemilik ternak dan menjadi perhatian bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah.

Aparat mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah. Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas pembakaran di dekat kandang ternak atau bangunan yang mudah terbakar.

Sinergi Babinsa, personel Polri, pemerintah desa, dan warga dalam menangani kebakaran tersebut membantu mencegah api meluas.

Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian juga turut mempercepat proses penanganan sehingga kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.(Red)

Berita Terkait