Kawanindonesia.web.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru melakukan penataan sistem pengelolaan sampah kota dengan mengalihkan fungsi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bina Satria ke dua lokasi baru yang telah disiapkan.
DLH Banjarbaru menutup operasional TPS Bina Satria yang sebelumnya berlokasi di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Banjarbaru.
Setelah penutupan tersebut, DLH langsung mengarahkan masyarakat untuk membuang sampah ke TPS Pinus yang berada di sekitar PAM Banjarbakula dan TPS Jalan Purnama.
Kepala Seksi Penanganan dan Pengurangan Sampah DLH Banjarbaru,
Malik Ibrahim, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengalihan ini sebagai bagian dari upaya penataan dan peningkatan kebersihan kota.
DLH menilai TPS Bina Satria sudah tidak lagi ideal karena sering mengalami kelebihan kapasitas serta menimbulkan gangguan lingkungan.
DLH mencatat bahwa TPS tersebut kerap menampung sampah dalam jumlah besar dari berbagai wilayah, termasuk kawasan permukiman dan pelaku usaha kuliner.
Kondisi itu menyebabkan penumpukan sampah hingga meluber ke bahu jalan pada jam-jam tertentu.Untuk mengatasi hal tersebut,
DLH Banjarbaru menghentikan penggunaan bak beton TPS lama dan meningkatkan pengawasan di lokasi.
Petugas DLH juga melakukan penjagaan selama 24 jam untuk memastikan masyarakat tidak lagi membuang sampah di area tersebut.
Selain itu, DLH aktif melakukan sosialisasi kepada warga sekitar, pemilik usaha,
serta pelaku kafe dan rumah makan agar memanfaatkan TPS alternatif yang telah disediakan.
DLH juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan lingkungan kota.
Malik Ibrahim menegaskan bahwa DLH Banjarbaru terus berupaya menata sistem persampahan agar lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di pusat kota.
“Kami mengalihkan pembuangan ke lokasi yang lebih sesuai agar tidak terjadi penumpukan di tengah kota.
Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, DLH Banjarbaru berharap pengelolaan sampah di wilayah perkotaan menjadi lebih tertib,
“bersih, dan tidak lagi menimbulkan gangguan lingkungan di kawasan padat aktivitas.( Herman).

