Kasus Kekerasan Pelajar di Jember, MAKI Jatim Minta Penanganan Cepat

Kawanindonesia.id– Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur meminta aparat penegak hukum segera menangani kasus dugaan kekerasan terhadap pelajar di Kabupaten Jember secara cepat dan tegas.

MAKI menilai penanganan yang lambat berpotensi memperburuk kondisi korban serta menurunkan kepercayaan publik.


Korban berinisial MFA (15), siswa salah satu SMA di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, diduga mengalami tindakan kekerasan yang berdampak serius, baik secara fisik maupun psikologis.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya aman bagi siswa.


Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru, menegaskan bahwa aparat harus segera mengambil langkah konkret untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Ia meminta proses hukum berjalan cepat tanpa ada upaya penundaan.


“Kami minta penanganan dilakukan secara cepat dan profesional.

Jangan sampai berlarut-larut karena ini menyangkut keselamatan dan masa depan korban,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).


Ketua Heru MAKI Jatim juga menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh diselesaikan melalui jalur damai semata.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang terjadi sudah masuk ranah pidana dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.


“Ini bukan sekadar persoalan internal sekolah. Ini sudah masuk kategori kekerasan yang harus diproses hukum,” tegasnya.


Sebagai bentuk keseriusan Ketua Heru maki akan turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan informasi serta memastikan kondisi korban.

Mereka juga berkomitmen mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan akuntabel.


“Kami akan memastikan korban mendapatkan perlindungan dan tidak ada intimidasi dari pihak mana pun,” tambah Heru.


Selain mendesak aparat, MAKI Jatim juga meminta pihak sekolah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pembinaan siswa.

Lingkungan pendidikan diharapkan mampu mencegah terjadinya kekerasan serta memberikan perlindungan maksimal bagi peserta didik.


MAKI turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi proses penanganan kasus ini.

Dukungan publik dinilai penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan adil dan tidak berhenti di tengah jalan.


Dengan penanganan yang cepat dan tegas, MAKI Jatim berharap kasus ini dapat memberikan efek jera

“serta menjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak mentolerir segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.(Yud)

Berita Terkait