Keterangan foto:Siswa Surabaya mengikuti TKA 2026 berbasis komputer secara bertahap
Kawanindonesia.id– Pemerintah Kota Surabaya menerapkan sistem online dan semi online dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan kondisi infrastruktur sekolah sekaligus memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian secara optimal.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai instrumen pengukuran capaian akademik siswa.
Ia menegaskan, sistem online digunakan bagi sekolah yang memiliki jaringan internet stabil dan perangkat memadai.
Sementara itu, sistem semi online diterapkan di sekolah dengan keterbatasan jaringan, dengan memanfaatkan token offline agar ujian tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.
“Dispendik menyesuaikan metode pelaksanaan agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti TKA tanpa terkendala infrastruktur,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, Dispendik membagi ujian ke dalam beberapa gelombang dan sesi.
Setiap sesi menggunakan paket soal berbeda untuk menjaga keadilan dan integritas.
Skema ini juga memungkinkan satu perangkat komputer digunakan secara bergantian oleh beberapa peserta.
TKA 2026 di Surabaya diikuti puluhan ribu siswa. Untuk jenjang SD, sebanyak 35.602 siswa dari 642 satuan pendidikan ambil bagian, terdiri dari 20.849 siswa sekolah negeri dan 14.753 siswa swasta.
Sedangkan pada jenjang SMP, sebanyak 34.381 siswa dari 321 satuan pendidikan ikut serta, dengan rincian 16.908 siswa negeri dan 17.473 siswa swasta.
Selain itu, Dispendik juga memastikan aspek inklusivitas dengan menyediakan fasilitas bagi siswa disabilitas netra melalui penggunaan teknologi screen reader.
Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti ujian.
Dari sisi materi, TKA berfokus pada penguatan literasi dan numerasi.
Mata pelajaran yang diujikan mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia dengan pendekatan berbasis penalaran dan pemecahan masalah.
“Dispendik menekankan kemampuan analitik dan logika siswa, bukan sekadar hafalan,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan jenjang SD pada 20–30 April 2026.
Setiap sesi mencakup tahapan latihan, ujian utama, serta survei karakter.
Sebelumnya, Dispendik telah melaksanakan berbagai persiapan, mulai dari pendaftaran, simulasi,
“hingga gladi bersih. Sekolah juga menggelar try out berkala guna membantu siswa beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemerintah Kota Surabaya memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan telekomunikasi dan PLN.
Upaya ini dilakukan guna memastikan kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, serta pasokan listrik.
Selain itu, Dispendik menerapkan pengawasan ketat melalui sistem pengawas silang antar sekolah dan pemantauan terpusat.
Langkah ini bertujuan menjaga kredibilitas serta kepercayaan publik terhadap hasil TKA.Melalui sistem online dan semi online ini, Pemkot Surabaya berharap pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar, inklusif,
“serta memberikan gambaran yang akurat terkait kualitas pendidikan di Kota Pahlawan.(Bgs)

