Kawanindonesia.web.id KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin memenuhi seluruh persyaratan resmi untuk majumenjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke‑35 NU tahun 2026 di Jombang.
Ia menyiapkan segala sesuatu dan siap bertanding menyampaikan gagasan serta memimpin organisasi terbesar ini ke depan.
Penyusun peraturan NU menetapkan persyaratan berdasarkan Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Perkumpulan Nomor 3 Tahun 2025.
Aturan tersebut mengharuskan calon pernah menjadi pengurus harian di berbagai jenjang, tidak memegang jabatan maupun keanggotaan partai politik, dan sudah mengikuti pendidikan kaderisasi NU.
Gus Rozin memenuhi semua ketentuan tersebut bahkan sebelum masa pendaftaran dibuka.
Ia menjalani kepengurusan secara berjenjang selama lebih dari dua puluh tahun: mengabdi sebagai Pengurus Pusat IPNU (1998‑2001), lalu Pengurus Pusat GP Ansor (2000‑2004).
Selanjutnya ia memegang jabatan Wakil Ketua LP Ma’arif PBNU, memimpin RMI Jawa Tengah lalu memegang kepemimpinan nasional RMI PBNU selama enam tahun.
Ia juga bergabung dalam struktur Mustasyar PCNU Pati, Katib Syuriyah PBNU, dan saat ini memimpin PWNU Jawa Tengah untuk masa bakti 2024–2029.
Pihak penyelenggara mengharuskan calon pernah berada di paling tidak salah satu tingkat pengurus harian — baik di PBNU, PWNU maupun badan otonom pusat.
Gus Rozin menguasai seluruh jenjang tersebut sekaligus melalui pengalaman nyata di lapangan.
Ia memahami urusan kaderisasi, pendidikan, pesantren, sampai urusan kemasyarakatan dan kebijakan organisasi secara menyeluruh.
Kendati demikian, terpenuhinya persyaratan ini belum menjadikannya calon resmi secara otomatis.
Penyelenggara masih meminta dukungan resmi dari sejumlah pengurus wilayah dan cabang sebelum muktamar memulai pemilihan.
Karena itu Gus Rozin terus menjaga komunikasi dan mengunjungi langsung daerah‑daerah untuk mendengarkan aspirasi serta menjelaskan pemikirannya.
“Kami menilai ia sudah siap sepenuhnya,” kata salah satu pengamat internal NU. “Gus Rozin tidak baru belajar memahami NU saat ini saja melainkan selama puluhan tahun ia merawat dan membangunnya bersama kita semua.”
Menjelang pembukaan Muktamar pada 27 Agustus nanti, persyaratan administratif sudah selesai dan terpenuhi sempurna.
Sekarang Gus Rozin memusatkan perhatiannya untuk meyakinkan para wakil dari seluruh Indonesia agar bersama‑sama membangun Nahdlatul Ulama yang semakin kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.(Red)

