Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Qowiyuddin, Senin 24 Agustus 2026

Kawanindonesia.web.id— Warga Jagir Wonokromo, Surabaya, kembali mempererat silaturahmi melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, di Masjid Qowiyuddin itu menghadirkan ratusan jamaah dari lingkungan sekitar.

Peringatan Maulid Nabi berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Warga tidak hanya mengikuti rangkaian acara keagamaan, tetapi juga bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan.

Masjid Qowiyuddin yang berada di Jalan Jagir Wonokromo Gang Masjid memiliki sejarah panjang dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat.

Sejumlah sumber menyebut masjid tersebut berdiri sejak sekitar 1786 dan menjadi salah satu masjid tua di Surabaya.Tradisi keagamaan di Masjid Qowiyuddin terus mendapat perhatian masyarakat.

Warga menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 anggota Muslimat Yasinta Jagir turut hadir dan berbaur dengan masyarakat.

Kehadiran mereka menambah semarak kegiatan yang berlangsung di lingkungan masjid.

Suasana semakin meriah ketika grup samroh El Rahmah dari Pulo Wonokromo membawakan sholawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Lantunan sholawat membuat jamaah mengikuti acara dengan penuh kekhusyukan.

Panitia juga menghadirkan Nyai Hj. Aminah dari Pondok Pesantren Dresmo untuk memberikan tausiyah.

Dalam pesannya, ia mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memperkuat kasih sayang, kepedulian, persaudaraan, dan sikap saling membantu di tengah kehidupan bermasyarakat.

Semangat gotong royong terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.

Warga, khususnya para ibu, ikut menyiapkan konsumsi dan berbagai kebutuhan bagi jamaah.

Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi di Masjid Qowiyuddin tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan.

Warga menjadikannya sebagai ruang untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan.Bagi masyarakat Jagir Wonokromo, keberadaan Masjid Qowiyuddin juga memiliki nilai sejarah dan sosial.

Masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi turut menjadi ruang berkumpul dan menjalankan berbagai aktivitas keagamaan masyarakat.

Penelitian UIN Sunan Ampel Surabaya juga mencatat Masjid Qowiyuddin sebagai salah satu masjid tua di Surabaya yang dibangun sekitar 1786 dan hingga kini dikelola oleh keturunan pendirinya.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, warga berharap tradisi keagamaan dan semangat gotong royong di lingkungan Jagir Wonokromo terus terjaga.

Masyarakat juga berharap generasi muda ikut mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan sehingga nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.(Geng)

Berita Terkait