Jacob Ereste Soroti Dampak Kemarau Panjang: Dari Karhutla Hingga Ancaman Kelaparan Akibat Gagal Panen

KawanIndonesia.web.id — Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste kembali merilis catatan kritisnya yang memotret eskalasi krisis lingkungan dan pangan di Indonesia. Lewat ulasan bertajuk fenomena musim kemarau ekstrem, Jacob menyoroti ancaman ganda yang dihadapi masyarakat, yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta risiko kegagalan panen yang memicu kelaparan.

Dalam catatannya, Jacob menilai fenomena kekeringan dan kebakaran lahan yang terus berulang setiap tahun seharusnya dapat diantisipasi sejak dini melalui tata kelola air dan mitigasi bencana yang terstruktur, bukan sekadar respons darurat saat titik api telah membesar.

“Masalah kekeringan dan kebakaran lahan adalah siklus tahunan yang pola iklimnya sudah dapat diprediksi. Penanganannya tidak boleh menunggu sampai api membesar dan meluas, melainkan butuh langkah antisipatif seperti pembuatan sumur resapan, waduk penampung air, serta kesiapan sarana pemadaman sebelum puncak kemarau tiba,” tegas Jacob Ereste.

Peringatkan Dampak Buruk Gagal Panen Terhadap Ketahanan Pangan

Tak hanya berfokus pada kerusakan lingkungan, Jacob menggarisbawahi dampak lanjutan dari krisis air terhadap sektor pertanian. Ketiadaan pasokan air yang memadai di berbagai wilayah pertanian berpotensi besar menyebabkan gagal panen massal.

Menurutnya, jika ancaman kekeringan di lahan pertanian tidak ditangani secara serius, masyarakat akan dihadapkan pada kelangkaan bahan pokok, lonjakan harga pangan, hingga risiko kelaparan akut yang memperberat beban ekonomi warga miskin.

Melalui ulasan tersebut, Jacob Ereste mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperkuat pemetaan wilayah rawan kekeringan, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air bagi petani, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi demi menjaga ketahanan pangan dan keselamatan lingkungan nasional. (Editor/kontribusi Yacob)

Berita Terkait