Diskominfo Jatim Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik melalui Penguatan Literasi Digital ASN

Kawanindonesia.web.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pelayanan publik dengan meningkatkan kompetensi literasi digital Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan CERDIG (Cerdas Digital) Batch II bertema “Transformasi ASN Menuju Birokrasi Digital yang Adaptif”

bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI.Pelatihan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7/2026) itu menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat transformasi digital birokrasi melalui penguatan empat pilar literasi digital, yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital.

Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan dan Lansia BPSDM Kemkomdigi RI, Bambang Tri Santoso, mengapresiasi komitmen Diskominfo Jatim dalam meningkatkan kemampuan digital ASN agar mampu memberikan pelayanan publik yang lebih efektif,

profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.Menurut Bambang, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada tersedianya teknologi modern,

tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam membangun birokrasi digital yang adaptif serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan CERDIG merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara aman, efektif, dan beretika, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Pada sesi Cakap Digital dan Aman Digital, Suparmin dari Pandu Literasi Digital Kementerian Komdigi RI mengajak ASN membiasakan prinsip “Saring Sebelum Sharing”

dengan memverifikasi sumber informasi, waktu publikasi, bukti pendukung, serta tujuan penyebaran informasi sebelum membagikannya kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data melalui penggunaan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), memperbarui sistem secara berkala, serta menghindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik saat mengakses data penting.”Setiap aktivitas digital akan meninggalkan jejak.

Karena itu ASN harus mampu menjaga keamanan informasi sekaligus menjadi contoh dalam membangun ruang digital yang sehat,” jelasnya.

Sementara itu, materi Budaya Digital dan Etika Digital disampaikan oleh Uswatun Hasanah dari Pandu Literasi Digital Kementerian Komdigi RI.

Ia menekankan bahwa transformasi digital harus diikuti perubahan pola pikir, budaya kerja, dan kepemimpinan agar birokrasi mampu merespons perubahan dengan cepat.

Menurut Uswatun, ASN perlu membangun adaptive mindset dengan terus belajar, terbuka terhadap inovasi, memperkuat kolaborasi, dan selalu berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika digital melalui komunikasi yang santun, penghormatan terhadap privasi, perlindungan data pribadi, penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual,

serta menghindari perundungan siber (cyberbullying).Melalui CERDIG Batch II, Diskominfo Jawa Timur bersama BPSDM Kemkomdigi RI berharap kompetensi digital ASN terus meningkat sehingga mampu menghadirkan birokrasi yang lebih modern, aman, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penguatan empat pilar literasi digital tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pelayanan publik yang semakin berkualitas sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.(Bagas)

Berita Terkait