Kawanindonesia.web.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0724/Boyolali mendorong para pelajar untuk berani mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD).
Dorongan tersebut disampaikan melalui sosialisasi penerimaan Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III Tahun 2026.
Satgas TMMD menggelar kegiatan sosialisasi tersebut di SMK Negeri 1 Wonosegoro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan itu bertujuan memberikan informasi yang benar kepada pelajar mengenai proses penerimaan prajurit TNI AD sekaligus menumbuhkan semangat bela negara.
Dalam kegiatan tersebut, Peltu Mujiono mengajak para siswa mempersiapkan diri dan berani mengejar cita-cita menjadi prajurit TNI AD.
Ia juga menjelaskan berbagai persyaratan, tahapan seleksi, serta ketentuan umum dalam penerimaan Caba dan Cata PK TNI AD Tahun 2026.
Peltu Mujiono menyampaikan bahwa calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi rekrutmen TNI AD.
Masyarakat juga dapat mendatangi satuan TNI AD terdekat untuk memperoleh informasi dan pendampingan selama proses pendaftaran.
Bagi masyarakat di wilayah Wonosegoro yang membutuhkan bantuan, Koramil 17/Wonosegoro siap memberikan pendampingan dan informasi terkait proses pendaftaran.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu calon peserta memahami mekanisme penerimaan dengan baik.
Peltu Mujiono menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan prajurit TNI AD tidak memungut biaya.
Ia meminta para pelajar dan calon peserta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Menurutnya, panitia menentukan kelulusan peserta berdasarkan kemampuan, kualitas, serta hasil pemeriksaan dan pengujian sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon peserta harus mempersiapkan diri secara serius dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik.
Ia juga mengingatkan para siswa agar mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut mencakup kondisi fisik, mental, dan kemampuan akademik yang menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
“Menjadi prajurit TNI AD merupakan kehormatan sekaligus bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Peltu Mujiono dalam kegiatan tersebut.
Selain memberikan penjelasan mengenai proses rekrutmen, kegiatan sosialisasi juga menjadi kesempatan bagi Satgas TMMD untuk membangun komunikasi dengan generasi muda.
Satgas berharap para pelajar memperoleh gambaran yang jelas mengenai peluang dan tahapan untuk mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI AD.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0724/Boyolali berharap semakin banyak generasi muda yang memahami mekanisme rekrutmen prajurit TNI AD.
Para pelajar juga diharapkan mampu mempersiapkan diri secara matang jika ingin mengikuti proses seleksi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya dengan kalangan pelajar.
Satgas TMMD terus mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi bangsa melalui berbagai bidang pengabdian.
Dengan informasi yang tepat dan persiapan sejak dini, para pelajar diharapkan dapat mengejar cita-cita secara sportif serta mengikuti seluruh proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)

