Kawanindonesia.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda melalui program Cerdig (Cerdas Digital). Kali ini, Kominfo Jatim menggelar Pelatihan Verifikasi Hoaks bagi Siswa Sekolah Rakyat yang diikuti peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) se-Jawa Timur secara daring, Jumat (19/6/2026).
Melalui kegiatan ini, Kominfo Jatim membekali para siswa dengan keterampilan mengenali, memverifikasi, dan mengklarifikasi informasi yang beredar di ruang digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan literasi digital sekaligus menekan penyebaran hoaks yang semakin marak di media sosial.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Jatim, Putut Darmawan, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita, mengatakan siswa Sekolah Rakyat merupakan generasi yang sangat aktif menggunakan internet dan media sosial.
Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya.
“Penguatan literasi digital sangat penting agar siswa mampu memilah informasi yang benar, mengenali sumber yang kredibel, serta berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Kominfo Jatim berharap pelatihan ini mampu mencetak agen-agen literasi digital di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan bekal kemampuan verifikasi hoaks, para siswa diharapkan dapat menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam sesi pelatihan, Praktisi Literasi Digital dan Cek Fakta, Dedy Adi Kusuma, menjelaskan bahwa hoaks merupakan informasi bohong atau menyesatkan yang sengaja dibuat agar terlihat benar.
Menurutnya, setiap pengguna media sosial harus membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain.
Dedy memperkenalkan empat langkah sederhana dalam melakukan verifikasi hoaks. Pertama, check the source atau memeriksa sumber informasi.
Kedua, check the fact dengan memastikan fakta dan bukti pendukung. Ketiga, check the image untuk mengetahui keaslian gambar.
Keempat, check the date guna memastikan informasi tersebut masih relevan dan bukan berita lama yang kembali beredar.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memutus rantai penyebaran hoaks dengan tidak meneruskan informasi yang diragukan kebenarannya.
“Jika ragu atau terbukti hoaks, jangan diteruskan. Saring sebelum sharing,” tegasnya.Melalui program Cerdig, Kominfo Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan kemampuan verifikasi hoaks yang baik, siswa Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi pengguna internet yang cerdas,
kritis, dan bertanggung jawab sekaligus ikut menjaga ekosistem digital yang aman, sehat, dan bebas dari penyebaran informasi palsu.(Bagas)

