Keterangan foto:Jacob Ereste saat menyampaikan pandangan tentang pentingnya etika dalam membentuk karakter dan disiplin diri.
Kawanindonesia.web.id– Jurnalis dan penulis Jacob Ereste menegaskan bahwa tanpa etika yang kuat, karakter seseorang akan menjadi rapuh dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Ia menekankan pentingnya moral dan disiplin diri sebagai fondasi utama dalam membangun kepribadian yang beradab dan otentik.
Dalam keterangannya, Sabtu (10/4/2026), Jacob Ereste menyebut bahwa etika bukan sekadar aturan tidak tertulis,
melainkan nilai yang tumbuh dari rasa malu, harga diri, dan kehormatan sebagai manusia.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini dan dijaga secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Etika membentuk disiplin diri. Tanpa itu, seseorang akan mudah kehilangan arah dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan etika berawal dari lingkungan keluarga dan tradisi masyarakat. Selanjutnya, nilai tersebut berkembang melalui interaksi di sekolah,
lingkungan pergaulan, hingga dunia kerja yang turut membentuk karakter individu.
Menurutnya, kualitas etika setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada konsistensi dalam menerapkan nilai moral serta lingkungan yang memengaruhinya. Karena itu,
ia mendorong setiap individu untuk terus memperkuat etika sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian.
Jacob Ereste juga menyoroti pentingnya kode etik dalam berbagai profesi sebagai pedoman perilaku.
Ia menyebut, organisasi profesi umumnya telah memiliki aturan yang mengikat anggotanya untuk menjaga integritas dan profesionalitas.
“Jika terjadi pelanggaran, mekanisme penegakan kode etik harus dijalankan agar nilai-nilai moral tetap terjaga,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua bidang pekerjaan memiliki aturan etik tertulis.
Dalam kondisi tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tetap berpegang pada norma kepatutan yang berlaku secara umum sebagai acuan dalam bersikap.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa etika juga tetap diperlukan dalam berbagai situasi, termasuk dalam kondisi ekstrem.
Menurutnya, etika menjadi batas penting agar tindakan manusia tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Jacob Ereste menegaskan bahwa etika merupakan cerminan latar belakang seseorang, mulai dari keluarga, pendidikan, hingga lingkungan sosial.
Ia menyimpulkan bahwa kekuatan etika akan menentukan kualitas karakter seseorang di mata masyarakat.
“Etika adalah cahaya kepribadian. Dari situlah orang lain menilai integritas dan kualitas diri kita,” pungkasnya.(Kontributor banten yacob)
