Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh dan Sumatra, Fokus pada Hunian dan Infrastruktur Dasar

Keterangan foto:Pemerintah percepat pembangunan hunian dan infrastruktur bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra.

Kawanindonesia.web.id— Pemerintah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra dengan memprioritaskan pembangunan hunian dan infrastruktur dasar.

Langkah ini menjadi bagian dari rencana induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) yang akan dilaksanakan pada 2026 hingga 2028.

Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi fokus utama pemerintah.(07/04/26)

Ia meminta Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama kementerian dan lembaga terkait segera menetapkan prioritas program tahun 2026.

Pemerintah menyusun rencana induk ini melalui Kementerian PPN/Bappenas dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp100,2 triliun.

Program ini mencakup 12.047 kegiatan yang tersebar di berbagai sektor, termasuk permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.

Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap), jalan utama,

“serta infrastruktur dasar akan menjadi prioritas pada tahap awal.

Ia menyebut langkah ini penting agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peran aktif pemerintah daerah melalui alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp10,6 triliun.

Dukungan tersebut diharapkan mempercepat proses rehabilitasi di tingkat daerah.Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP)

untuk bantuan stimulan rumah rusak. Hingga 6 April 2026, realisasi bantuan mencapai Rp537,22 miliar yang mencakup 25.358 unit rumah di 41 kabupaten/kota.

Pemerintah juga menyiapkan penyaluran tahap lanjutan sebesar Rp104,85 miliar untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan ini akan difokuskan untuk mempercepat perbaikan rumah warga terdampak.

Melalui percepatan program ini, pemerintah menargetkan pemulihan Aceh dan Sumatra dapat berjalan optimal,

sehingga masyarakat dapat kembali hidup normal dan roda perekonomian daerah segera bangkit pascabencana.(Red)

Berita Terkait