Sungai Senimbung Diduga Tercemar Tambang, Warga Bumi Etam Keluhkan Air Keruh

Keterangan Foto:Air Sungai Senimbung di Desa Bumi Etam tampak keruh dan diduga tercemar aktivitas tambang batu bara.

Kawanindonesia.id — Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan kondisi air Sungai Senimbung yang kini berubah keruh dan diduga tercemar akibat aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu.


Air sungai yang selama ini menjadi sumber pasokan untuk PDAM setempat tidak lagi layak digunakan.

Warga menyebut perubahan warna air menjadi kecokelatan mulai terjadi dalam beberapa waktu terakhir.


Salah satu warga, Paulus Jama, mengungkapkan bahwa aliran Sungai Senimbung melintasi sejumlah area operasional perusahaan tambang sebelum sampai ke permukiman warga.


Beberapa perusahaan yang berada di jalur aliran sungai tersebut antara lain PT Ganda Alam Makmur, PT Indexim Coalindo, serta PT Telen di wilayah Desa Bukit Permata.


“Air sungai yang mengalir ke PDAM berasal dari kawasan tambang. Sekarang kondisinya sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus.


Ia menjelaskan, sebelumnya air sungai masih jernih dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun kini, perubahan kualitas air membuat warga khawatir akan dampak kesehatan.


Warga juga memperlihatkan kondisi air di sekitar instalasi PDAM yang tampak keruh dan berubah warna.

Situasi ini mendorong masyarakat untuk mendesak pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penanganan.


Masyarakat meminta pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, serta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan guna memastikan penyebab pencemaran.


Selain itu, warga juga berharap adanya investigasi menyeluruh dan tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas dugaan pencemaran Sungai Senimbung.


“Kami minta pemerintah segera turun tangan dan menindak tegas jika memang ada pelanggaran,” tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan pencemaran tersebut.(Red/tim)

Berita Terkait