Warga Desa Bumi Etam Desak Prioritas Tenaga Kerja Lokal di PT Ganda Alam Makmur

Keterangan foto:Warga Desa Bumi Etam menyampaikan aspirasi terkait prioritas tenaga kerja lokal di PT Ganda Alam Makmur, Kutai Timur.

Kawanindonesia.id – Puluhan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu, menggelar aksi penyampaian aspirasi di hadapan manajemen PT Ganda Alam Makmur. (21/02/26)

Aksi tersebut menuntut komitmen perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memberdayakan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.(05/03/26)


Koordinator aksi, Erwin Santoso, menyampaikan bahwa selama ini masyarakat pribumi dan putra daerah dinilai belum mendapatkan kesempatan yang memadai untuk bekerja di perusahaan tambang tersebut.

Menurutnya, banyak posisi pekerjaan justru diisi oleh tenaga kerja yang didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.


“Kami meminta agar masyarakat pribumi, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan jangan hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Masih banyak tenaga kerja dari luar, sementara warga lokal memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja,” tegas Erwin dalam orasinya.


Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan beberapa tuntutan utama kepada pihak perusahaan.

Pertama, meminta prioritas rekrutmen bagi masyarakat lokal agar memiliki akses yang lebih mudah untuk bekerja di lingkungan perusahaan.

Kedua, menuntut transparansi terkait komposisi tenaga kerja antara pekerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah.


Selain itu, masyarakat juga mendesak perusahaan untuk lebih memperhatikan pemberdayaan masyarakat adat yang tinggal di sekitar wilayah operasional pertambangan.


Erwin menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas bersama Masyarakat Kukaur Bersatu

untuk memastikan bahwa keberadaan investasi di Kabupaten Kutai Timur,

khususnya di Kecamatan Kaubun, dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.


“Kami berharap manajemen perusahaan membuka diri dan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi.

Jangan sampai kami yang berada paling dekat dengan wilayah operasional justru dipersulit,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, perwakilan masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dan langkah konkret dari pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.(Tim)

Berita Terkait