Tragedi Sungai Ulin Banjarbaru, Ibu Angkat Ungkap Detik-Detik Terakhir Korban

Kawanindonesia.web.id – Kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Ibu angkat korban, Mudi’ah, mengungkapkan detik-detik terakhir sebelum korban berinisial H (25) ditemukan meninggal dunia. (01/05/26)

Ia menceritakan bahwa korban masih sempat berkomunikasi dengan dirinya beberapa hari sebelum kejadian tragis tersebut.

Mudi’ah menjelaskan bahwa saat ia menemui korban di tempat kerja, korban sempat meminta dibelikan minuman dingin karena merasa haus.“Dia bilang, ‘Mak, belikan es, Mak.

Saya haus sekali’. Saya jawab nanti Mama ke sana kasih es,” ujar Mudi’ah sambil menahan kesedihan.

Ia juga menggambarkan bahwa korban menjalani aktivitas harian yang cukup padat.

Korban mengajar di pondok pesantren pada pagi hari, kemudian melanjutkan pekerjaan tambahan untuk membantu kebutuhan hidupnya.

“Biasanya dia berangkat pagi sekitar jam delapan untuk mengajar di pondok pesantren,” ungkapnya.

Mudi’ah mengaku tidak kuasa menahan air mata saat menyaksikan proses reka ulang kejadian yang diperagakan oleh kepolisian bersama para tersangka.

Ia menilai peristiwa tersebut sangat kejam dan tidak manusiawi.“Sadis sekali. Dia tidak berdaya,” ucapnya dengan suara lirih.

Ia juga meminta agar para pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang telah dilakukan.“Kami minta hukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Sebelumnya, korban H (25) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Seledri, Sungai Ulin,

pada Rabu (29/4/2026) malam. Pihak kepolisian telah mengamankan dua tersangka berinisial S dan F untuk proses penyidikan lebih lanjut.(Herman)

Berita Terkait