Keterangan foto:Ground breaking Jembatan Garuda di Desa Jendi, Wonogiri, tandai dimulainya pembangunan akses penghubung tiga wilayah.
Kawanindonesia.id – Proyek strategis pembangunan Jembatan Garuda resmi dimulai di wilayah Kodim 0728/Wonogiri. Pemerintah bersama TNI memulai pembangunan tersebut melalui kegiatan groundbreaking yang digelar di Desa Jendi, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Selasa (31/3/2026).
Jajaran TNI menggelar prosesi peletakan batu pertama secara video conference bersama Pangdam IV/Diponegoro, Achiruddin. Kegiatan ini juga melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan bersama Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno dan unsur Forkopimda turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membuka akses antarwilayah, khususnya daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Pembangunan ini akan mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan publik, hingga pusat ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program Jembatan Garuda merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang merata.
Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, TNI menargetkan pembangunan sebanyak 60 unit jembatan yang terdiri dari 49 jembatan gantung dan 11 jembatan beton.
Sebelumnya, TNI bersama masyarakat telah berhasil membangun 48 unit Jembatan Garuda di Jawa Tengah dan DIY.
Secara nasional, program ini menjadi bagian dari pembangunan 200 unit Jembatan Garuda yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala Staf Angkatan Darat.
Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menyampaikan bahwa jembatan yang dibangun di Desa Jendi akan menghubungkan tiga wilayah, yakni Desa Nungkulan, Desa Jendi, dan Kelurahan Gemawang.
“Jembatan ini akan mempercepat mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan TNI agar pembangunan berjalan tepat waktu dan berkualitas, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga di sekitar lokasi pembangunan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Melalui proyek ini, TNI bersama pemerintah daerah memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sinergi antara TNI,
pemerintah, dan warga diharapkan mampu mempercepat pembangunan serta menjaga stabilitas sosial di daerah.(Red)

