Kawanindonesia.web.id– Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) memperkuat sinergi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Hiswana Migas Sumatera Utara, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengalami kendala dan memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Komitmen tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Antrean SPBU yang digelar di Aula Catur Prasetya Polda Sumut, Rabu (15/7/2026).
Rakor dihadiri jajaran Polda Sumut, Pertamina, Hiswana Migas, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, SH, SIK, M.Hum, mengatakan kepolisian telah mengerahkan 786 personel untuk mengawal pendistribusian BBM di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Pengamanan dilakukan agar proses penyaluran berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
Selain menurunkan ratusan personel, Polda Sumut juga menyiapkan 10 personel yang sewaktu-waktu dapat diperbantukan sebagai awak maupun pengemudi mobil tangki apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan tenaga.
“Hasil mitigasi kami menunjukkan adanya keterlambatan pasokan serta berkurangnya jumlah awak mobil tangki.
Karena itu, kami melakukan pengawalan distribusi agar tidak terjadi hambatan maupun penyimpangan dalam penyaluran BBM,” ujar Dwi Tunggal Jaladri.
Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumut, Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, menjelaskan antrean di sejumlah SPBU dipicu oleh terganggunya operasional distribusi di fuel terminal serta berkurangnya jumlah pengemudi mobil tangki.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian SPBU hanya menerima pasokan sekitar separuh dari kebutuhan harian sehingga stok BBM cepat habis dan masyarakat beralih ke SPBU lain yang masih memiliki persediaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumatera Utara, Dedy Jaminsyah Purba, menegaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Pertamina untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.
Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menginginkan adanya kepastian waktu normalisasi, langkah konkret yang dilakukan di lapangan,
serta strategi jangka panjang agar gangguan distribusi tidak kembali terulang.
“Kami berharap seluruh pihak bergerak cepat agar distribusi BBM kembali normal. Masyarakat membutuhkan kepastian dan solusi nyata,” katanya.
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama jajaran juga terus melakukan langkah-langkah percepatan distribusi agar pasokan BBM ke SPBU kembali stabil.
Di sisi lain, Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Utara, Rajali Husein, mengatakan seluruh SPBU di jalur lintas Sumatera telah diminta beroperasi selama 24 jam untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Ia mengakui kondisi di lapangan masih cukup berat karena antrean panjang masih terjadi di beberapa lokasi.Wakil Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas Sumut, Indah Sari Karo-karo,
menilai dukungan pengamanan dari TNI dan Polri sangat membantu kelancaran distribusi BBM, terutama di tengah keterbatasan pengemudi mobil tangki.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, menambahkan pihaknya telah menempatkan personel dan mobil patroli di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang. Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan, mengatur arus lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.
Jean juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tidak memanfaatkan situasi untuk melakukan pelanggaran hukum, termasuk penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.
Melalui kolaborasi antara Polda Sumut, Pertamina, Hiswana Migas, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, seluruh pihak optimistis distribusi BBM akan segera kembali normal sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan.(Rizky)

