Kawanindonesia.web.id– PT Terminal Teluk Lamong memperkuat komitmennya dalam mewujudkan konsep green port dengan meningkatkan kompetensi para gardener serta penguatan implementasi Environmental,
Social, and Governance (ESG) di kawasan terminal.PT Terminal Teluk Lamong bekerja sama dengan Pusat Riset Ekologi BRIN menyelenggarakan Pelatihan Pengayaan Diversitas
Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi dan penguatan ekosistem hijau di lingkungan pelabuhan.
PT Terminal Teluk Lamong juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan ruang terbuka hijau berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal penguatan komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG,
khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan pemahaman biodiversitas.
Pelatihan yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari tim ESG dan gardener dari TPK Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembibitan tanaman, aklimatisasi, morfologi tumbuhan,
hingga penataan lanskap untuk mendukung pengelolaan ruang hijau yang lebih terstruktur.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sugeng Budiharta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola tanaman secara berkelanjutan
“serta memahami pentingnya diversitas tumbuhan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Pada hari kedua, peserta melakukan kunjungan edukatif ke Kebun Raya Purwodadi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari teknik pembibitan, perawatan, serta metode monitoring tanaman secara langsung di lapangan.
Salah satu peserta pelatihan, Melkisedek, menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru mengenai pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis biodiversitas,
termasuk pemanfaatan daun sebagai bahan kompos ramah lingkungan.PT Terminal Teluk Lamong menegaskan bahwa hasil pelatihan ini akan diimplementasikan di seluruh kawasan terminal petikemas untuk mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang sehat, produktif,
“dan berkontribusi terhadap upaya dekar bonisasi nasional di kota Surabaya.(Red)

