Kontroversi Puncak Hari Jadi HSU ke-74, ASN Joget Dangdutan Viral di Medsos

Kawanindonesia.web.id – Perayaan puncak Hari Jadi ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang digelar di Lapangan Pahlawan Kota Amuntai memicu kontroversi setelah video sejumlah aparatur sipil negara (ASN) berjoget dangdutan beredar luas dan viral di media sosial.


Dalam video yang beredar, sejumlah ASN terlihat mengikuti alunan musik dangdut di tengah kegiatan perayaan.

Aksi tersebut kemudian memancing beragam tanggapan dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga kritik.


Aktivis LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan, H. Akhmad Husaini, menyayangkan munculnya video tersebut di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya masih sulit.

Ia menilai pemerintah dan aparatur seharusnya lebih peka terhadap situasi sosial.


“Kami sangat menyayangkan kegiatan seperti itu dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak menghadapi kesulitan ekonomi,” ujarnya.


Ia juga menilai para pejabat dan ASN perlu menunjukkan sikap empati terhadap masyarakat,

terutama dalam momen perayaan daerah yang bersifat seremonial.
Sementara itu, Ketua DPRD HSU, H. Fadillah, menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara langsung adanya kegiatan joget dangdutan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dirinya meninggalkan lokasi setelah acara utama selesai karena memiliki agenda lain.


“Saya tidak mengikuti kegiatan itu karena setelah acara resmi selesai saya langsung meninggalkan lokasi,” jelasnya, Sabtu (2/5/2026).


Perayaan Hari Jadi ke-74 HSU tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur H.

Hasnuryadi Sulaiman. Salah satu lagu dangdut yang diputar dalam kegiatan tersebut, yakni “Darah Muda”, turut mengiringi suasana yang kemudian viral di media sosial.


Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan warganet dan memunculkan perdebatan terkait etika aparatur dalam kegiatan seremonial daerah.(Herman)

Berita Terkait