Jacob Ereste Soroti Pengaruh Kapitalisme dan Liberalisme terhadap Nilai Pancasila

Kawanindonesia.web.id – Budayawan dan penulis Jacob Ereste menyoroti pengaruh kapitalisme dan liberalisme terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, derasnya arus kedua paham tersebut telah menghadirkan tantangan yang perlu dijawab dengan memperkuat implementasi Pancasila sebagai ideologi sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia.

Dalam tulisannya yang disampaikan di Banten, Minggu (12/7/2026), Jacob menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme dan liberalisme tidak hanya memengaruhi sektor ekonomi, tetapi juga berdampak pada pola pikir, budaya, hingga tata kelola pemerintahan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar jati diri bangsa tetap terjaga.

Jacob berpendapat bahwa sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, semestinya menjadi landasan moral dalam setiap penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menilai nilai spiritual harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi sehingga kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Ia juga menyoroti perubahan pendekatan pembinaan ideologi Pancasila dari masa Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) menuju Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kebijakan dan perilaku para penyelenggara negara.

Dalam pandangannya, maraknya kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum menunjukkan pentingnya memperkuat integritas aparatur negara.

Jacob menilai praktik tersebut mencederai amanah rakyat dan bertentangan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi salah satu prinsip utama Pancasila.

Ia juga mengingatkan bahwa orientasi pembangunan tidak seharusnya hanya berfokus pada pencapaian materi atau pertumbuhan ekonomi semata.

Menurutnya, pembangunan harus berjalan seimbang dengan pembentukan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kepedulian sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Jacob menegaskan bahwa budaya gotong royong, musyawarah, persatuan, dan semangat kekeluargaan merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara.

Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi pembeda Indonesia di tengah berkembangnya budaya individualisme yang kerap dikaitkan dengan sistem liberal.

Karena itu, Jacob mengajak pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, penguatan ideologi bangsa menjadi langkah penting agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas nasional.

Ia berharap Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, menciptakan keadilan sosial, serta memperkuat persatuan bangsa di tengah dinamika zaman.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait