Kawanindonesia.web.id– Pengamat sosial dan politik Jacob Ereste menilai Partai Buruh memiliki peluang besar untuk tampil sebagai kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik pada Pemilu 2029.
Menurutnya, peluang tersebut dapat diwujudkan apabila partai mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya di Pecenongan, Jakarta, Senin (6/7/2026), Jacob mengatakan basis dukungan Partai Buruh tidak hanya berasal dari kalangan pekerja, tetapi juga dapat diperluas kepada petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pegawai honorer, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa.
“Partai Buruh memiliki peluang besar untuk menjadi penentu kebijakan publik apabila mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui program yang nyata dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Jacob.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh tidak cukup dilakukan melalui organisasi serikat pekerja semata.
Menurutnya, jalur politik juga perlu dimanfaatkan agar aspirasi pekerja dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Jacob menilai pembentukan Koalisi Besar Perjuangan Buruh yang menghimpun sejumlah konfederasi dan federasi serikat pekerja untuk mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan menjadi momentum penting bagi Partai Buruh untuk memperkuat peran politiknya.
Selain memperjuangkan isu ketenagakerjaan, Jacob mendorong Partai Buruh menyusun program yang menyentuh kebutuhan kelompok masyarakat lainnya.
Ia menilai petani masih membutuhkan kemudahan memperoleh pupuk dan benih berkualitas, sementara nelayan memerlukan kepastian akses terhadap bahan bakar bersubsidi serta perlindungan dari praktik yang merugikan mereka.
Menurut Jacob, pelaku UMKM juga memerlukan dukungan berupa akses pembiayaan, pelatihan, dan perluasan pasar agar mampu meningkatkan daya saing.
Di sisi lain, pegawai honorer dan pengemudi ojek online dinilai membutuhkan perlindungan sosial dan kepastian kesejahteraan yang lebih baik.
Ia juga mengajak Partai Buruh memperkuat kolaborasi dengan kalangan mahasiswa melalui berbagai program pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sekaligus mitra dalam membangun kesadaran politik masyarakat.
Jacob menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi faktor utama yang akan menentukan keberhasilan Partai Buruh menghadapi Pemilu 2029.
Ia menilai partai harus memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan di berbagai daerah, dan membangun komunikasi yang lebih intensif dengan kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum terakomodasi secara optimal.
Menurutnya, apabila strategi tersebut dijalankan secara konsisten, Partai Buruh memiliki peluang untuk meningkatkan dukungan elektoral sekaligus memainkan peran lebih besar dalam proses perumusan kebijakan publik yang berpihak kepada buruh dan masyarakat kecil.
Jacob berharap Pemilu 2029 menjadi momentum bagi Partai Buruh untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai kekuatan politik yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, perlindungan pekerja, dan pemerataan pembangunan di berbagai sektor.(Kontributor Yacob)

