Jacob Ereste: Korupsi Jadi Jalan Pintas Menuju Kaya Raya di Indonesia

Kawanindonesia.web.id – Budayawan Jacob Ereste menilai praktik korupsi di Indonesia semakin memprihatinkan karena dianggap telah menjadi jalan pintas bagi sebagian orang untuk memperoleh kekayaan.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan adanya krisis integritas yang harus segera diatasi melalui penegakan hukum yang tegas dan penguatan nilai-nilai moral.


Dalam tulisan opininya yang disusun di Banten, Minggu (12/7/2026), Jacob menyampaikan bahwa masyarakat kini dihadapkan pada kenyataan bahwa praktik korupsi masih terus terjadi di berbagai sektor.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara sekaligus menghambat upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Jacob, korupsi tidak hanya menyebabkan kerugian keuangan negara, tetapi juga mengurangi efektivitas berbagai program pembangunan yang dibiayai dari anggaran negara.

Ia berpandangan bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat dapat kehilangan manfaat apabila disalahgunakan melalui praktik korupsi.


Jacob juga menyoroti dugaan penyimpangan yang, menurut pandangannya, dapat terjadi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek pemerintah.

Ia berpendapat bahwa lemahnya integritas dan pengawasan membuka peluang terjadinya praktik yang bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.


Selain itu, Jacob mengkritisi budaya transaksional yang dinilainya masih berkembang di berbagai bidang.

Ia menyebut anggapan seperti “uang pelicin” maupun berbagai bentuk kompromi terhadap pelanggaran sebagai faktor yang dapat memperkuat budaya korupsi apabila terus dibiarkan.


Menurut Jacob, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku.

Ia menilai pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat perlu membangun sistem pencegahan yang mampu menutup ruang terjadinya korupsi sekaligus menanamkan budaya integritas sejak dini.


Dalam opininya, Jacob juga mengingatkan kembali pesan pujangga Jawa, Raden Mas Ronggowarsito, mengenai “zaman edan” sebagai refleksi moral atas kondisi sosial.

Ia mengajak masyarakat menjadikan pesan tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Jacob menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan komitmen bersama untuk memperkuat integritas di seluruh sektor.

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten, pengawasan yang efektif, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menekan praktik korupsi dan membangun pemerintahan yang bersih.


Melalui pandangannya tersebut, Jacob berharap pemberantasan korupsi tidak hanya menghasilkan efek jera bagi pelaku,

tetapi juga mampu membangun budaya antikorupsi yang kuat sehingga praktik penyalahgunaan wewenang tidak lagi dianggap sebagai jalan pintas menuju kekayaan,

melainkan sebagai tindakan yang harus dilawan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait