Kawanindonesia.web.id – Budayawan dan pengamat sosial Jacob Ereste menegaskan bahwa Indonesia memerlukan perubahan bangsa yang progresif untuk menjawab berbagai persoalan yang semakin kompleks.
Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut harus dibangun di atas fondasi kecerdasan spiritual agar menghasilkan tata kelola pemerintahan yang bermoral, beretika, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam pandangannya, tuntutan perubahan yang terus disuarakan masyarakat melalui berbagai aksi unjuk rasa menunjukkan adanya akumulasi kekecewaan terhadap kondisi politik, ekonomi, hingga penegakan hukum yang dinilai belum mampu memenuhi harapan publik.
Jacob Ereste menilai masyarakat menginginkan perubahan yang tidak hanya menyentuh aspek kebijakan, tetapi juga karakter para pemimpin.
Menurutnya, berbagai persoalan nasional tidak akan selesai apabila bangsa hanya berfokus pada perubahan sistem tanpa memperbaiki kualitas moral dan integritas pelaksana negara.
“Kita membutuhkan perubahan yang progresif, tetapi perubahan itu harus dipandu oleh kebijaksanaan dan kecerdasan spiritual agar mampu melahirkan keadilan dan kemaslahatan bersama,” ujar Jacob dalam pernyataan tertulisnya di Anyer, Senin (29/06/26).
Ia menyoroti praktik korupsi yang masih marak terjadi di berbagai sektor.
Menurut Jacob, laju korupsi yang terus berkembang menunjukkan adanya krisis etika dan moral yang harus segera diatasi.
Ia menilai pemberantasan korupsi tidak cukup mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Selain itu, Jacob mengkritik fenomena yang menurutnya semakin mengedepankan pencitraan dibandingkan kompetensi.
Ia menyebut integritas, kejujuran, dan tanggung jawab seharusnya menjadi ukuran utama dalam menentukan kualitas seorang pemimpin, bukan sekadar simbol atau gelar yang melekat pada dirinya.
Jacob juga mendorong pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, transparansi dan pengawasan publik akan memperkuat akuntabilitas sekaligus mencegah penyimpangan dalam penggunaan kewenangan maupun anggaran negara.
Ia berpandangan bahwa pembaruan tata kelola pemerintahan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan politik, hukum, atau ekonomi semata.
Seluruh elemen bangsa harus menjadikan kecerdasan spiritual sebagai landasan dalam merancang kebijakan dan menjalankan amanah publik.
“Bila etika, moral, dan akhlak menjadi dasar setiap keputusan, maka perubahan bangsa akan berjalan secara progresif, adil, dan berkelanjutan,” katanya.
Jacob Ereste menegaskan bahwa setiap pemimpin memikul tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itu, ia mengajak seluruh penyelenggara negara menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Menurut Jacob, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan perubahan bangsa yang lebih baik apabila seluruh komponen masyarakat mampu membangun budaya integritas, memperkuat moralitas,
serta menempatkan kecerdasan spiritual sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(Kontributor Yacob)

