Haflah Khotmil Qur’an VIII PP AlAqsho: Luluskan 25 Santri, Dua Hafiz 30 Juz Terima Hadiah Istimewa

Kawanindonesia web.id – Pondok Pesantren (PP) AlAqsho Tahfidzul Qur’an Putat, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sukses menggelar Haflah Khotmil Qur’an VIII di Grand Master Purwodadi, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momen penuh syukur atas keberhasilan 25 santri menyelesaikan pendidikan tahfidz Al-Qur’an, termasuk dua santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz.Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dihadiri Pendiri PP AlAqsho KH Moch.

Farchan Ali Imron, SH, Pengasuh PP AlAqsho KH Ahmad Misbahul Munir, AH, para kiai, dewan pengurus pondok, Kepala MAN 1 Grobogan H. Kasmuin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., wali santri, serta seluruh santri putra dan putri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi foto keluarga santri, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, prosesi Haflah Khotmil Qur’an, doa bersama,

serta penyerahan piagam penghargaan kepada para peserta.Pada tahun ini, PP AlAqsho meluluskan 25 peserta khotmil yang terdiri atas tujuh santri putra dan 18 santri putri.

Dari jumlah tersebut, dua santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, yakni Albir Fairuz Najiha asal Gubug, Grobogan, dan Akhmad Fadli Tamam asal Boloh, Grobogan.

Keduanya menuntaskan hafalan dalam waktu tiga tahun.Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, Pendiri PP AlAqsho KH Moch. Farchan Ali Imron memberikan hadiah istimewa.

Salah satu hafiz memperoleh hadiah ibadah umrah yang dijadwalkan berangkat pada Jumat, 3 Juli 2026,

“sedangkan hafiz lainnya menerima hadiah berupa sebuah laptop karena kuota umrah hanya tersed ia untuk satu orang.Ketua panitia, Ustaz Burhanuddin, AH, mengawali sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Haflah Khotmil Qur’an VIII.

Kepala MAN 1 Grobogan, H. Kasmuin, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan PP AlAqsho dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama.

Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan pondok pesantren menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak Qurani.

Sementara itu, perwakilan wali santri, Nyamin Sutedjo, S.Pd.I., mengapresiasi sistem pendidikan PP AlAqsho yang dinilainya sederhana namun berkualitas.

Ia menyebut pondok tersebut tidak membebankan biaya pembangunan kepada santri dan membangun budaya persaudaraan tanpa membedakan senior maupun junior.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim.Dalam sambutannya, KH Moch. Farchan Ali Imron menyampaikan bahwa para santri penghafal Al-Qur’an merupakan generasi pilihan yang memiliki tanggung jawab besar menjaga kemurnian Al-Qur’an.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan pondok melalui pembukaan program pembelajaran Bahasa Mandarin sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.Pengasuh PP AlAqsho, KH Ahmad Misbahul Munir, AH, mengingatkan para hafiz agar terus menjaga hafalannya dengan membaca minimal satu juz setiap hari.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberkahan Al-Qur’an melalui riyadhah dan tirakat agar hafalan tetap kuat sepanjang hayat.Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Godong, KH Misbah Udin, AH.

Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang berasal dari Lauhul Mahfudz dan akan menjadi penolong bagi siapa pun yang mencintai serta mengamalkannya.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an akan mengangkat derajat para penghafalnya di akhirat, menjadi sebab kedua orang tua memperoleh kemuliaan,

serta menjadi cahaya yang menemani ahlul Qur’an di alam kubur hingga hari kiamat.

Menutup tausiyahnya, KH Misbah Udin mengajak seluruh santri untuk terus berbakti kepada orang tua dan menghormati guru.

Ia meneladankan sosok KH Hasyim Asy’ari yang dikenal memiliki adab luar biasa kepada gurunya, KH Kholil Bangkalan.

Menurutnya, keberkahan ilmu lahir dari akhlak mulia, penghormatan kepada guru, dan kedekatan dengan Al-Qur’an.

Melalui Haflah Khotmil Qur’an VIII ini, PP AlAqsho Tahfidzul Qur’an kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam hafalan,

tetapi juga berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(Zamroni)

Berita Terkait