Kawanindonesia.web.id– Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah maraknya gangguan komunikasi dan aktivitas yang dinilainya semakin mengganggu ruang publik digital.
Seruan tersebut disampaikan setelah dirinya mengalami berbagai kendala komunikasi dalam beberapa pekan terakhir.
Jacob mengungkapkan bahwa sejak akhir April hingga penghujung Mei 2026, aktivitas komunikasi yang biasa ia lakukan dengan sahabat, relasi, dan pembaca mengalami hambatan.
Berbagai gangguan yang muncul bahkan memaksanya mengganti sejumlah nomor kontak yang digunakan untuk berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.
Meski menghadapi situasi tersebut, Jacob memilih untuk menyikapinya secara bijak.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut setiap pengguna media sosial untuk lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul di ruang digital.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan kritis. Jangan sampai perhatian kita teralihkan oleh berbagai gangguan yang justru membuat kita lupa pada persoalan yang lebih penting,” ujar Jacob dalam keterangannya di Banten, Jumat (30/5/2026).
Menurutnya, meningkatnya aktivitas akun-akun yang kerap memancing perdebatan dan kegaduhan di media sosial perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menilai fenomena tersebut berpotensi memecah fokus masyarakat terhadap isu-isu strategis yang menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
Jacob juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan polarisasi atau konflik di ruang publik digital.
“Media sosial seharusnya menjadi sarana bertukar informasi dan gagasan secara sehat. Karena itu, masyarakat perlu memilah informasi dengan cermat dan tidak langsung mempercayai setiap narasi yang beredar,” katanya.
Selain itu, Jacob menyoroti berbagai persoalan nasional yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari publik.
Ia menilai masyarakat harus tetap fokus pada isu-isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk kondisi ekonomi dan berbagai tantangan sosial yang tengah dihadapi bangsa.
Sebagai jurnalis dan penulis lepas, Jacob mengaku tetap berupaya menjaga produktivitas meski menghadapi berbagai hambatan komunikasi.
Ia juga meminta para relasi dan pembacanya untuk memahami apabila komunikasi yang dilakukan terkadang mengalami keterlambatan akibat kendala teknis yang terjadi.
Menurut Jacob, literasi digital menjadi salah satu kunci penting untuk menghadapi dinamika perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks.
Dengan kemampuan memilah informasi secara kritis, masyarakat dapat terhindar dari berbagai bentuk provokasi maupun manipulasi informasi.
“Era digital memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru.
Karena itu, kita harus semakin bijak, kritis, dan waspada dalam menggunakan media sosial maupun berbagai platform komunikasi digital lainnya,” tegasnya.
Jacob berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi secara positif serta menjaga ruang digital tetap sehat, produktif, dan bermanfaat bagi kepentingan bersama (Kontributor Yacob)

