Kawanindonesia.web.id – Festival Kali Brantas V menjadi salah satu wadah penting dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Kota Kediri kepada masyarakat luas.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong perguruan tinggi untuk terus mengambil peran aktif dalam menjaga budaya melalui kegiatan kreatif dan edukatif.
Festival yang digelar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nusantara PGRI Kediri tersebut menghadirkan pertunjukan seni budaya dengan tema “Merajut Cinta Untuk Melestarikan Eksotika Keberagaman Budaya Indonesia”.
Kegiatan itu menampilkan drama tari Calon Arang yang melibatkan mahasiswa bersama sejumlah sanggar seni di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi konsistensi Universitas Nusantara PGRI Kediri yang terus menghadirkan Festival Kali Brantas hingga memasuki tahun kelima.
Menurutnya, keberlangsungan festival tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjaga budaya sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga menjadi agen pelestarian budaya,” ujar Vinanda.
Mbak Wali menilai Festival Kali Brantas menjadi contoh nyata bagaimana proses pembelajaran dapat diwujudkan melalui karya seni yang melibatkan mahasiswa secara langsung.
Ia menyebut kegiatan tersebut mampu menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya dalam satu ruang kolaborasi.
Ia juga menyoroti kisah Calon Arang yang memiliki keterkaitan dengan sejarah budaya Kediri.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut agar warisan budaya daerah tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman.
“Budaya harus terus dipelajari, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi muda melalui cara-cara kreatif,” kata Vinanda.
Dalam Festival Kali Brantas V, mahasiswa PGSD Universitas Nusantara PGRI Kediri terlibat aktif sebagai penampil, pengelola acara, hingga panitia.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Zainal Afandi menjelaskan bahwa Festival Kali Brantas berawal dari gelar karya mahasiswa pada mata kuliah seni pertunjukan.
Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival tahunan yang mengangkat seni dan budaya khas Kediri.
Selain drama tari Calon Arang, festival tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni hasil kolaborasi mahasiswa dengan sejumlah komunitas dan sanggar budaya di Kota Kediri.
Kegiatan ini mempertemukan unsur akademisi, seniman, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya memperkuat identitas budaya daerah.
Mbak Wali berharap Festival Kali Brantas tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kota Kediri terus memperkuat komitmen dalam menjaga warisan budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi.
Festival Kali Brantas V menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya Kota Kediri.(Duha)

