Kawanindonesia.web.id – Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Erna Sujarwati, S.Pd., M.Sos., mengajak seluruh kader PDI Perjuangan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau panjang, krisis air bersih, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan di berbagai daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Erna saat menggelar Reses Tahap II di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri pengurus ranting, anak ranting PDI Perjuangan, serta masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Erna mengatakan, kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat perubahan iklim.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih.
“Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat. Semangat gotong royong harus terus dikedepankan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan akibat dampak El Nino, mulai dari ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga potensi penurunan produksi pangan,” ujar Erna.
Ia menjelaskan, ajakan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melalui Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino.
Selain mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim, Erna juga menekankan peran strategis pengurus ranting dan anak ranting sebagai ujung tombak partai dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Menurutnya, pengurus di tingkat akar rumput harus mampu menjembatani komunikasi antara warga dengan partai sekaligus memperjuangkan setiap persoalan masyarakat melalui jalur pemerintahan maupun legislatif.
“Pengurus ranting dan anak ranting merupakan garda terdepan gerakan politik kerakyatan. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengawal aspirasi masyarakat dan mendistribusikan program-program kerakyatan,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, Erna menerima sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Masyarakat mengusulkan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS JKN serta bantuan sosial bagi warga yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat pembangunan jalan lingkungan dan jalan penghubung antara Desa Kedungpring, Desa Mlati, dan Desa Tenggerejo.
Mereka menilai kondisi jalan yang rusak menghambat aktivitas masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Masyarakat juga mengusulkan normalisasi Kali Keradenanrejo dan Kali Sidomlangean serta pengerukan embung untuk mengurangi risiko banjir yang masih sering terjadi di wilayah Kecamatan Kedungpring.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Erna memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dikawal melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Lamongan.
Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda konstitusional anggota legislatif, melainkan ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Seluruh aspirasi yang kami terima akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah.
Kami ingin setiap kebutuhan masyarakat mendapat perhatian dan dapat direalisasikan secara bertahap,” pungkas Erna ( kontributor Ivan)

