EAZI Diuji di Tanjung Perak, KSOP dan TTL Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 50 Persen

Kawanindonesia.web.id – KSOP Utama Tanjung Perak bersama PT Terminal Teluk Lamong menguji coba program Express Anchorage Zone Service (EAZI) di Pelabuhan Tanjung Perak. Melalui skema ini, keduanya berhasil memangkas waktu tunggu kapal hingga sekitar 50 persen.

KSOP dan TTL menerapkan penataan Zona Labuh 2 sebagai bagian dari sistem baru yang mengatur kedatangan kapal secara lebih terstruktur.

Kapal dengan ukuran di atas 4000 GT dan panjang hingga 150 meter kini diarahkan ke titik labuh yang telah dijadwalkan secara terintegrasi,

sehingga tidak lagi menunggu lama di area labuh luar.Uji coba dilakukan di Terminal Petikemas Nilam sebagai proyek percontohan.

Kapal MV Minas Baru menjadi kapal pertama yang merasakan penerapan sistem tersebut, mulai dari kedatangan hingga proses sandar.

Seluruh layanan terintegrasi melalui sistem digital seperti Inaportnet yang terhubung dengan Portal Perak Extended milik KSOP serta platform Phinisi dari Pelindo.

Sistem ini memungkinkan operator pelabuhan menyusun jadwal kedatangan kapal secara akurat, termasuk estimasi waktu tiba dan waktu sandar.

Hasil uji coba menunjukkan perubahan signifikan. Waktu tunggu kapal yang sebelumnya mencapai 4 hingga 6 jam kini dapat ditekan menjadi sekitar 2 jam, bahkan lebih cepat dalam kondisi tertentu.

Selain meningkatkan efisiensi, program EAZI juga memperkuat aspek keselamatan pelayaran.

Petugas mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di alur masuk pelabuhan sehingga risiko gangguan navigasi dapat diminimalkan.

Dalam simulasi operasional, MV Minas Baru tiba di area Karang Jamuang sebelum diarahkan ke Zona Labuh 2.

Kapal hanya menunggu sekitar satu jam sebelum melakukan manuver sandar sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pihak KSOP menilai program ini mampu meningkatkan keteraturan penempatan kapal dan mempercepat layanan pelabuhan.

Keberhasilan uji coba juga didukung sinergi antara berbagai pihak, mulai dari otoritas pelabuhan, pandu, Vessel Traffic Service (VTS), hingga operator terminal.

Sementara itu, pihak Terminal Petikemas Nilam menyebut penataan zona labuh sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kepastian waktu dan keamanan bagi pengguna jasa.

Ke depan, KSOP dan TTL akan mengevaluasi hasil uji coba sebagai dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan lebih luas di pelabuhan lain.

Implementasi penuh EAZI diharapkan mampu meningkatkan daya saing logistik nasional serta mempercepat arus distribusi barang di Indonesia.(Red)

Berita Terkait