Kawanindonesia.id – DPRD Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi energi, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, menegaskan bahwa kebijakan WFH mampu mengurangi mobilitas harian aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, sehingga berdampak langsung pada penurunan penggunaan BBM.
“Kami melihat WFH sebagai kebijakan yang efektif untuk menekan konsumsi energi. Mobilitas berkurang, penggunaan BBM pun ikut turun,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
DPRD Jatim menilai, optimalisasi WFH tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga memberikan manfaat terhadap penghematan anggaran pemerintah.
Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan dinas maupun operasional, biaya yang dikeluarkan dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, DPRD Jatim mendorong agar kebijakan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun budaya hemat energi di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas.
Perubahan pola kerja dinilai dapat menjadi awal dari perubahan perilaku dalam penggunaan energi yang lebih bijak.
Namun demikian, Abdul Halim mengingatkan bahwa upaya efisiensi energi tidak cukup hanya mengandalkan WFH.
Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah jangka panjang, termasuk pengembangan energi alternatif dan peningkatan kualitas transportasi publik.
“WFH ini bagian dari solusi jangka pendek. Ke depan, kita tetap harus memikirkan pengembangan energi terbarukan dan transportasi umum yang terintegrasi,” jelasnya.
DPRD Jatim juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem transportasi seperti Trans Jatim agar mampu menjangkau lebih banyak wilayah serta terhubung dengan moda feeder di tingkat kabupaten/kota.
Integrasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
Sebagai alternatif, DPRD Jatim turut mendorong kebijakan sederhana seperti penggunaan sepeda bagi ASN sebagai bentuk nyata penghematan energi sekaligus mendukung gaya hidup sehat.
Dengan optimalisasi kebijakan WFH dan dukungan berbagai langkah strategis lainnya,
DPRD Jatim optimistis upaya efisiensi energi di Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(Leny)

